NEWS

Aksi Protes Tambang Ilegal Menandai Awal Tahun 2020 di Polsek Koba

Lensabangkabelitung.com, Koba – Pergantian tahun dari 2019 ke 2020, belum genap satu hari. Tanggal di kalender pun berwarna merah. Jelas berarti hari libur. Namun, di saat banyak orang bersantai dengan berlibur ke pantai, tapi tidak bagi sekitar puluhan warga Koba, Bangka Tengah. Mereka malah menuju Kantor Kepolisian Sektor Koba. Bukan untuk menggelar tikar lalu menikmati santapan bekal dari rumah, tapi datang untuk menggelar aksi protes. Tuntutan mereka tunggal, memprotes aktivitas tambang ilegal alias TI rajuk.

Mereka menuntut aktivitas TI rajuk yang beroperasi di Sungai Merbuk dan Pungguk segera dihentikan. Penambangnya pun mereka minta segera angkat kaki, karena akibat ulah penambang tersebut, sungai menjadi tercemar dan dangkal.

Salah satu peserta aksi yang demi alasan keamanan meminta namanya diinisialkan sebagai SR, mengatakan aksi protes ini bykan kali pertama yang mereka lakukan. Sebelumnya, di tahun lalu, mereka sudah meminta aparat penegak hukum di wilayah setempat bertindak, namun seperti tak membuahkan hasil. Buktinya tambang ilegal tetap saja menjamur di Sungai Merbuk dan Pungguk.

Dia juga mengaku tiada berdaya dan merasa takut akan adanya resiko yang mengancam keselamatannya. “Kalau habis melapor ke pihak berwajib, sering didatangi pekerja tambang ilegal tersebut ke rumah,” ujarnya, Rabu, 1 Januari 2020.

Dia berharap petugas kepolisian dan aparat pemerintah segera bertindak dengan melakukan penertiban. Apalagi, kediamannya hanya berjarak sekitar 400 meter dari lokasi aktivitas TI rajuk beroperasi. “Kalau bibir sungai itu jebol, kami yang kena imbasnya,” ujarnya.

Ketua Askapda Bangka Tengah Wahyu Firdaus mengatakan, daerah aktifitas tambang ilegal tersebut sudah sering diingatkan dan sudah sering dilakukan penertiban. “Agar jangan ditambang dulu, penambang harus bersabar sebelum ada wacana dari pemerintah,baik disahkan atau dilegalkan,” tuturnya.

Dia juga ikut menkhawatirkan akan dampak adanya aktivitas penambangan di sungai tersebut.

“Kita berharap kepada pemerintah, beri solusi yang terbaik kepada masyarakat, agar tidak terjadi bentrok. Kepada aparat kepolisian, mari kita jaga bersama-sama melakukan penertiban,” ujarnya.

Penulis : Hendri

Lensa Bangka Belitung

Portal Berita Terkini Bangka Belitung

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button