NEWS

Afen Alias Bom-Bom Bandar 1,4 Kilogram Sabu di Pangkalpinang Putuskan Jadi Mualaf

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Bandar besar narkoba yang menjalankan bisnisnya di wilayah Kota Pangkalpinang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Fen San alias Afen alias Bom-Bom menyatakan masuk agama Islam usai ditangkap oleh polisi.

Warga Jalan Denpasar Kelurahan Pasir Putih Kecamatan Bukit Intan Kota Pangkalpinang tersebut sebelumnya ditangkap oleh anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Pangkalpinang pada 7 Februari 2023 lalu dengan barang bukti 1,5 kilogram sabu.

Afen mengatakan keputusannya memeluk Islam sudah terbesit dibenaknya sejak masih duduk di bangku SMA. Namun perjalanan hidup yang membawanya menjadi seorang bandar narkoba hingga ditangkap polisi semakin menguatkan tekadnya memeluk Islam.

“Secara pribadi saya sudah ucapkan dua kalimat syahadat Minggu kemarin. Tapi untuk mendapat status sah memeluk Islam dari negara. Tapi sudah saya sampaikan ke pihak polisi,” ujar Afen disela-sela kegiatan pemusnahan barang bukti sabu miliknya di Kantor Camat Pangkalbalam Kota Pangkalpinang, Jumat, 10 Maret 2023.

Menurut Afen, rekan sesama tahanan dan anggota kepolisian selalu membantunya mempelajari agama Islam mulai dari tata cara sholat, wudhu, membaca iqro hingga mengikuti pengajian.

“Alhamdulillah teman-teman yang paham selalu membantu. Semua saya pelajari dengan baik sehingga saya tidak merasa kesulitan sedikit pun,” ujar dia.

Afen menuturkan pihak keluarga sudah mengetahui keputusannya memeluk agama Islam dan memberikan dukungan agar dia bisa berubah lebih baik.

“Saya benar-benar bertobat bang. Tidak mau lagi melakukan kejahatan. Semoga dengan tertangkapnya saya ini menjadi pelajaran sekaligus kesempatan saya mempelajari agama Islam,” ujar dia.

Kapolda Bangka Belitung Inspektur Jenderal Yan Sultra Indrajaya mengatakan barang bukti yang diamankan dari Afen sudah dimusnahkan usai mendapat kekuatan hukum tetap dari Kejaksaan Negeri Kita Pangkalpinang.

“Barang bukti sabu milik tersangka ini cukup besar. Jika dikalkulasikan, 1,5 kilogram sabu ini bisa digunakan setidaknya 15 ribu orang,” ujar dia.

Yan menambahkan Bangka Belitung saat ini sudah tidak lagi hanya menjadi tempat transit narkoba yang akan diedarkan di wilayah Pulau Jawa. Dia menyebutkan bahwa Bangka Belitung kini sudah menjadi pasar bagi peredaran narkoba.

“Untuk itu berbagai upaya terus kita lakukan menekan angka peredaran narkoba. Kita juga membentuk Kampung Tangguh di lokasi yang tempat beredarnya narkoba dengan melibatkan seluruh instansi terkait. Dengan begitu, masyarakat yang menjadi korban atau mengetahui peredaran narkoba tidak perlu takut untuk melapor,” ujar dia.

Penulis : Servio M

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button