NEWS

Bukan Kesenian Babel, Reog Ponorogo Jadi Tanda Dimulainya Operasi Keselamatan Menumbing 2023

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Penampilan kesenian tradisional reog yang berasal dari Ponorogo, Jawa Timur, menandai dimulainya Operasi Keselamatan Menumbing 2023 di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Aksi yang dilakukan oleh pegiat seni Reog Singo Ngudi Budoyo yang berasal dari Parit Tiga, Jebus itu menimbulkan pertanyaan, karena bukan kesenian khas Bangka Belitung yang ditampilkan.

Operasi tersebut dilaksanakan mulai hari ini 7 Februari 2023 dan berakhir pada 20 Februari 2023 mendatang. Apel Gelar Pasukan dalam rangka Operasi Keselamatan Menumbing pun sudah digelar di halaman Mapolda Bangka Belitung, Selasa, 7 Februari 2023 pagi tadi.

Kapolda Bangka Belitung Inspektur Jenderal Yan Sultra Indrajaya mengatakan operasi tersebut merupakan operasi cipta kondisi dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan dan hari raya Idul Fitri 1444 Hijriyah serta untuk mengetahui sejauh mana kesiapan personel maupun sarana pendukung lainnya.

“Kita berharap kegiatan operasi dapat berjalan dengan optimal dan berhasil sesuai dengan tujuan serta sasaran yang telah ditetapkan,” ujar Yan.

Yan menuturkan jumlah pelanggaran lalu lintas berupa tilang pada 2021 sejumlah 27.751 kasus dan pada 2022 sejumlah 28.152 kasus atau ada kenaikan 1,42 persen. Sedangkan jumlah kecelakaan lalu lintas, kata dia, pada 2021 sejumlah 297 kejadian dan pada 2022 sejumlah 359 Kejadian atau ada kenaikan 17,27 persen.

“Korban meninggal dunia tahun 2021 sejumlah 161 orang dan pada tahun 2022 sejumlah 176 orang atau ada kenaikan 8,52 persen,” ujar dia.

Dari data tersebut, kata Yan, pihaknya menyadari bahwa dalam mengatasi permasalahan bidang lalu lintas, Polri tidak bisa berdiam diri bahkan wajib melakukan berbagai upaya menciptakan Keamanan, Keselamatan, Kelancaran dan Ketertiban Berlalu Lintas (Kamseltibcarlantas) sesuai Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan.

“Di samping itu, polri diberi tugas meningkatkan kualitas keselamatan dan menurunkan tingkat fatalitas korban kecelakaan lalu lintas, membangun budaya tertib berlalu lintas dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Tugas tersebut merupakan hal yang kompleks dan tidak bisa ditangani oleh Polantas sendiri melainkan diperlukan adanya sinergitas antar pemangku kepentingan dalam menyelesaikan akar masalah bidang lalu lintas,” ujar dia.

Yan meminta jajaran Direktorat Lalu Lintas mampu mempersiapkan langkah–langkah antisipasi secara taktis, teknis dan strategis agar dapat merubah mindset masyarakat menjadi sadar dan taat aturan lalu lintas.

“Dengan harapan, bila kerjasama antara polri, pemerintah, TNI dan masyarakat sudah terjalin baik, tentunya mampu menciptakan Kamseltibcarlantas dengan sendirinya sehingga potensi pelanggaran, kemacetan serta kecelakaan lalu lintas dapat diminimalisir,” ujar dia.

Menurut Yan, Operasi Keselamatan Menumbing 2023 diprioritaskan kegiatan dikmas lantas guna mewujudkan rasa simpatik masyarakat kepada Polri khususnya Polantas dan untuk mengedukasi masyarakat agar mengetahui arti pentingnya keselamatan berkendara serta taat dan patuh terhadap aturan berlalu lintas di jalan.

“Adapun target dan tujuan Operasi Keselamatan Menumbing tahun ini antara lain meningkatkan disiplin masyarakat dalam berkendara, menurunkan angka tingkat kecelakaan, meningkatkan kesadaran dan kelengkapan kendaraan pribadi atau umum yang dipakai untuk mudik, serta pergelaran anggota Polantas di daerah-daerah rawan lainnya,” ujar dia.

Penulis: Servio M | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button