NEWS

Gandeng Investor Tiongkok, PT RBA Bangun Infrastruktur Tahap II di Kawasan Industri Sadai

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Perusahaan pengelola Kawasan Industri (KI) Sadai, PT Ration Bangka Abadi (RBA) melanjutkan pembangunan infrastruktur tahap dua dengan menggandeng investor dari Tiongkok.

Direktur Utama PT RBA Vindyarto Purba mengatakan infrastruktur tahap dua yang dibangun adalah pelabuhan, water treatment atau air bersih, pengolahan limbah kawasan, kantor pengelola kawasan, kantor pengelola pelabuhan, terminal peti kemas dan pergudangan.

“Kita berupaya melengkapi infrastruktur yang berada di dalam kawasan industri. Kalau untuk infrastruktur di luar kawasan, itu menjadi kewajiban pemerintah daerah,” ujar Vindyarto kepada wartawan disela-sela kegiatan penandatanganan kontrak Pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Sadai Integrated Industry and Ports Estate (SIIPE) Tahap II yang digelar di Novotel Bangka, Rabu, 26 Oktober 2022.

Vindyarto menuturkan pihaknya menargetkan pada 2024 seluruh infrastruktur di KI Sadai yang dibangun di luas total lahan 400 hektar akan selesai.

“Saat ini baru satu industri yang beroperasi di kawasan industri Sadai yakni pabrik pengolahan limbah rumah sakit. Rencana ada satu lagi pembangkit listrik energi baru terbarukan dengan kapasitas 12,5 Megawatt yang kita targetkan beroperasi di Maret 2023,” ujar dia.

Koordinator Bidang Pengembangan Kawasan Industri Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Kemenko-Marves) Andi Yulianti mengatakan KI Sadai menjadi salah satu dari 18 PSN yang sudah mendapatkan izin usaha industri.

“Catatan Kemenperin per Agustus 2022 kemarin, ada tiga hal pendukung yang wajib dipenuhi kawasan industri Sadai yakni soal konektivitas, sumber air baku dan jaringan listrik. Semoga status tersebut sudah ada progresnya,” ujar dia.

Menurut Andi Yulianti, pengelolaan kawasan industri harus mengacu pada Peraturan Pemerintah nomor 8 tahun 2022. Dalam PP tersebut, kata dia, diatur untuk penyelenggaraan bidang perindustrian yang terkait bahan baku dan bahan penunjang.

“Selain itu juga ada pengaturan manajemen energi, air dan standar industri hijau. Pada saat ini kita sedang giat-giatnya membangun kawasan industri hijau,” ujar dia.

Ketua DPRD Bangka Selatan Erwin Asmadi mengatakan pihaknya tertinggal informasi dan tidak menyangka sudah ada pembangunan di KI Sadai, salah satunya pabrik pengolahan limbah B3.

Semoga dengan adanya pengembangan kawasan industri Sadai yang telah memasuki tahap kedua menjadikan Basel jadi tujuan investor. Tugas kami juga untuk mensosialisasikan kepada masyarakat yang selama ini tidak tahu apa itu kawasan industri. Tugas kami nanti sehingga masyarakat kami tahu tahu di Basel ada mega proyek yang sangat besar,” ujar dia.

Penulis: Servio M | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button