BANGKA TENGAHLENSA DAERAHLENSA EKONOMILENSA NASIONALNEWS

Produk Olahan Ikan Kurau Barat Mampu Raih Omset Hingga Miliaran

Lensabangkabelitung.com,.Bangka Tengah – Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM (Disperindagkop UMKM) Kabupaten Bangka Tengah, Ali Imron,mengatakan Sentra Industri Kecil Menengah (IKM) di Desa Kurau Barat, Koba, Bangka Tengah mampu menyerap ratusan tenaga kerja hingga hasilkan omset miliaran juta rupiah setiap bulannya, Kamis (12/5/2022).

Ali menjelaskan, berdasarkan data per Januari 2022, terdapat sebanyak 36 pelaku UMKM produk olahan ikan di Desa Kurau Barat dengan label/merek produk yang berbeda-beda. Selain itu, jika ditotal-total, maka 36 sentra IKM produk olahan ikan tersebut bisa menghasilkan kapasitas produksi hingga 7,937 kilogram per bulan.

“Kalau kita lihat dari data tersebut, sudah ada sebanyak 240 tenaga kerja tetap dan 37 tenaga kerja tidak tetap yang sudah terserap. Jumlah tersebut adalah untuk bulan Januari kemarin dan itupun ada beberapa sentra IKM yang sempat tidak memproduksi produk olahan ikan,” jelasnya.

Pada bulan Mei ini, dapat dikatakan bahwa kapasitas produksi tersebut akan semakin bertambah setiap bulannya karena ada beberapa sentra IKM yang mampu memproduksi hingga ratusan bahkan ribuan kilogram per bulan. Dengan begitu maka otomatis perputaran ekonomi dan jumlah uang yang beredar di Desa Kurau Barat juga akan terus bertambah setiap bulannya.

“Kalau untuk bulan Januari lalu, omzet perbulan dari 36 sentra IKM itu mencapai Rp700 juta lebih. Berarti kalau sampai bulan sekarang, paling tidak jumlahnya pasti Rp1 miliar ke atas,” ujarnya.

Meski demikian, saat ini produksi produk olahan ikan tersebut sedikit terkendala karena kurangnya ikan ciu dan ikan kepetek yang menjadi bahan baku olahan. Untuk mengatasi hal tersebut, pihaknya telah memberikan bantuan fasilitas produksi berupa freezer agar bahan baku ikan tersebut dapat bertahan lebih lama terutama ketika ikan susah untuk didapat.

“Jadi faktor yang mempengaruhi sulitnya mendapatkan ikan tersebut adalah karena faktor cuaca. Selain itu, para pelaku IKM di sini juga tidak mau ngambil ikan dari luar, karena dinilai akan mempengaruhi cita rasa,” pungkasnya.

Hendri

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button