NEWS

Jerat Hukum Pejabat BNI, Polda Babel Undang OJK dan Ahli Pidana UI

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah (Polda) Kepulauan Bangka Belitung mengundang saksi ahli dalam perkara lelang dengan objek fiktif yang diduga dilakukan pejabat Bank Negara Indonesia (BNI) Cabang Pangkalpinang dan BNI Wilayah 03 Palembang.

Kepala Subdit Fiskal, Moneter dan Devisa (Fismondev) Ditreskrimsus Polda Bangka Belitung Komisaris Indra Dalimunthe mengatakan saksi ahli yang akan diundang tersebut dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kriminolog Universitas Indonesia (UI).

“Hari ini sudah kita kirim suratnya untuk meminta keterangan saksi ahli,” ujar Indra kepada wartawan kemarin, 9 Mei 2022.

Indra menuturkan keterangan saksi ahli dari OJK dan ahli pidana UI akan menjadi pertimbangan penyidik melakukan gelar perkara untuk menentukan kelanjutan penanganan perkara tersebut.

“Kemungkinan ahli tidak datang ke Polda Bangka Belitung tapi kita yang kesana. Saran meminta keterangan ahli berdasarkan saran dari hasil gelar sementara yang kita lakukan,” ujar dia.

Korban lelang objek fiktif BNI, Musthofa Muhammad Bong mengharapkan laporan pidana yang disampaikan bisa menunjukan titik terang.

“Sepengetahuan saya pihak BNI sudah diperiksa. Mereka juga di Pengadilan Negeri Koba dalam sidang perdata sudah kalah dan divonis hakim terbukti telah melanggar hukum. Kenapa masih ke OJK dan UI? Tapi saya hargai apa yang dilakukan penyidik untuk mengungkap kasus ini,” ujar dia.

Musthofa juga mengaku heran dengan pihak BNI yang melakukan banding atas putusan perdata Pengadilan Negeri Koba. Padahal usai pembacaan vonis, kata dia, tim legal dan pejabat BNI sempat menemuinya untuk mengajak damai.

“Saat pertemuan yang digelar beberapa kali, saya siap damai dan mencabut laporan pidana asal kerugian saya diganti. Tidak bisa saya cabut laporannya sementara kerugian saya belum dikembalikan. Saya dengar BNI banding. Tidak apa-apa karena akan saya hadapi,” ujar dia.

Kasus tersebut dilaporkan Musthofa Muhammad Bong yang mengalami kerugian Rp 122,4 juta usai mengikuti lelang lahan seluas 8005 meter persegi di Jalan Penangan RT 007 Air Jangkang Desa Pasir Garam Kecamatan Simpang Katis Kabupaten Bangka Tengah pada Juni 2021.

Musthofa yang sudah melengkapi persyaratan dan membayar kewajiban sebagai pemenang lelang baru mengetahui objek yang dilelang ternyata tidak ada. Korban pun melaporkan hal tersebut secara perdata dan pidana karena tidak ada itikad baik dari pejabat BNI untuk mengembalikan uang yang sudah dia setor.

Penulis: Servio M | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button