NEWS

Intip Harta Calon PJ Gubernur Babel, Ada yang Banyak Hutang Sampai Berharta Miliaran

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Sekda Bangka Belitung Naziarto, Dirjen Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Rasio Ridho Sani, Dirjen Minerba Kementerian ESDM Ridwan Djamaluddin dan Deputi Bidang Hukum, Advokasi dan Pengawasan Regulasi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Kemas Akhmad Tajuddin digadang-gadang akan menduduki jabatan Penjabat (PJ) Gubernur Bangka Belitung untuk menjalankan roda pemerintahan menggantikan Erzaldi Rosman yang habis masa jabatannya pada 12 Mei 2022.

Menilik laman Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), beberapa pejabat tersebut ternyata memiliki harta yang fantastis. Namun ada juga yang sedikit karena memiliki hutang yang cukup besar.

Dirjen Minerba Kementerian ESDM Ridwan Djamaluddin dalam LHKPN tahun 2020, tercatat memiliki tanah dan bangunan dengan total nilai sebesar Rp 3.220.500.000 yang terdiri dari tanah dan bangunan seluas 406 m2 / 163 m2 di Kabupaten Bangka Barat yang didapat dari hibah tanpa akta senilai Rp 30.000.000, tanah seluas 615 m2 di Bogor yang didapat dari hibah tanpa akta senilai Rp 100.000.000 dan bangunan seluas 45.5 M2 di Jakarta Utara yang didapat dari hasil sendiri senilai Rp 680.500.000.

Lalu ada bangunan seluas 29.25 M2 di Jakarta Selatan yang didapat dari hasil sendiri senilai Rp 160.000.000, tanah dan bangunan seluas 795 M2 / 547 m2 di Jakarta Timur yang didapat dari hibah tanpa akta senilai Rp 1.375.000.000, tanah dan bangunan seluas 243 m2 / 193 m2 di Bandung yang didapat dari hibah tanpa akta senilai Rp 710.000.000 dan bangunan seluas 29.25 m2 yang didapat dari hasil sendiri senilai Rp 165.000.000.

Kekayaan dari alat transportasi dan mesin, Ridwan tercatat memiliki mobil BMW 323 sedan tahun 1996 yang didapat dari hibah dengan akta senilai Rp 85.000.000, mobil Toyota Agya tahun 2015 yang didapat dari hasil sendiri senilai Rp 80.000.000 dan Toyota Voxy tahun 2019 yang didapat dari hasil sendiri senilai Rp 400.000.000. Total harta dari tunggangan Ridwan tersebut mencapai Rp 565.000.000.

Untuk harta bergerak lainnya milik Ridwan sebesar Rp 1.423.200.000, surat berharga senilai Rp 1.440.750.000, kas dan setara kas senilai Rp 3.482.582.127 serta hutang sebesar Rp 570.000.000. Total harta yang dimiliki Ridwan sebesar Rp 9.562.032.127.

Adapun Dirjen Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Rasio Ridho Sani memiliki kekayaan tanah dan bangunan dengan total Rp 3.422.188.000 yang terdiri dari bangunan seluas 150 m2 di Kota Pangkalpinang yang didapat dari hasil sendiri senilai Rp 1.050.000.000, bangunan di Jakarta seluas 64 m2 senilai Rp 1.450.000.000 yang didapat dari hasil sendiri dan tanah di Depok seluas 804 m2 senilai Rp 922.188.000 yang didapat dari hasil sendiri.

Dari alat transportasi dan mesin, Rasio Ridho Sani memiliki total kekayaan Rp 257.000.000 yang terdiri dari mobil Honda Freed tahun 2013 senilai Rp 97.000.000 yang didapat dari hasil sendiri dan Toyota Fortuner 2.7 G LUX AT tahun 2014 senilai Rp 160.000.000 yang didapat dari hasil sendiri.

Untrik harta bergerak lainnya, Rasio Ridho Sani memiliki kekayaan senilai Rp 648.000.000. Lalu surat berharga senilai Rp 279.763.000, kas dan setara kas senilai Rp 1.071.726.557. Sedangkan hutang sebesar Rp 20.100.000. Jadi jika ditotal, kekayaan Rasio Ridho Sani sebesar Rp 5.678.678.056.

Sementara Sekda Bangka Belitung Naziarto memiliki kekayaan tanah dan bangunan dengan total Rp 1.957.000.000 yang terdiri dari tanah dan bangunan di Palembang seluas 1100 m2 / 300 m2 senilai Rp 1.057.000.000 yang didapat dari hasil sendiri, tanah dan bangunan di Kota Pangkalpinang seluas 980 m2 / 150 m2 senilai Rp 525.000.000 dan tanah di Kabupaten Bangka seluas 60000 m2 senilai Rp 375.000.000.

Harta Naziarto dari alat transportasi dan mesin tercatat total kekayaannya mencapai Rp 150.500.000 teridei dari sepeda motor Yamaha Jupiter MX tahun 2007 senilai Rp 3.500.000 yang didapat dari hasil sendiri, mobil Nissan Grand Livina Tahun 2010 senilai Rp 87.000.000 yang didapat dari hasil sendiri dan mobil Ford Focus 1.8 S.AT tahun 2011 senilai Rp 60.000.000 yang juga didapat dari hasil sendiri.

Untuk harta bergerak, Naziarto memiliki kekayaan senilai Rp 150.000.000, kas dan setara kas senilai Rp 42.845.055. Dengan harta tanpa hutang itu, total kekayaan Naziarto adalah Rp 2.300.345.055.

Sedangkan Deputi Bidang Hukum, Advokasi dan Pengawasan Regulasi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Kemas Akhmad Tajuddin memiliki kekayaan tanah dan bangunan di Kabupaten Bangka seluas 491 m2 / 491 m2 senilai Rp 700.000.000.

Data harta Kemas Akhmad Tajuddin dari alat transportasi dan mesin tercatat total kekayaannya mencapai Rp 315.000.000 terdiri dari mobil Honda Brio Satya DD1 1.2 E MT CRD tahun 2014 senilai Rp 125.000.000 yang didapat dari hasil sendiri dan mobil Honda HRV tahun 2018 senilai Rp 190.000.000 yang juga didapat dari hasil sendiri.

Untuk harta bergerak lainnya, Kemas Akhmad Tajuddin memiliki kekayaan sebesar Rp 26.500.000. Sementara kas dan setara kas yang dimilikinya sebesar Rp 4.864.266. Lalu ada hutang sebesar Rp 871.906.908. Jika ditotal, kekayaan Kemas Akhmad Tajuddin tinggal Rp 174.457.358.

Penulis : Servio M | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button