NEWS

Polda Babel Panggil Pejabat Divisi Kepatuhan BNI Pusat Terkait Dugaan Lelang dengan Objek Fiktif

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Pejabat Divisi Kepatuhan Bank Negara Indonesia (BNI) dijadwalkan akan menjalani pemeriksaan di Kepolisian Daerah (Polda) Kepulauan Bangka Belitung terkait dengan perkara dugaan lelang dengan objek fiktif dengan korban Musthofa Muhammad Bong.

Kasubdit Fiskal, Moneter dan Devisa (Fismondev) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Bangka Belitung Kompol Indra Dalimunthe mengatakan pemanggilan untuk menjalani pemeriksaan akan dilakukan pekan depan.

“Jadwalnya Selasa. Pemanggilan terkait dengan perkara yang sedang kita tangani yakni dugaan lelang dengan objek fiktif,” ujar Indra kepada wartawan, Rabu, 20 April 2022.

Dipanggilnya pejabat BNI pusat tersebut, kata Indra, guna mengetahui proses apa saja yang diduga dilanggar oleh pejabat terkait dibawahnya dalam melaksanakan lelang dan penerima kreditur.

“Jika sudah diperiksa, kita berencana akan meminta keterangan saksi ahli guna melihat ada atau tidak unsur pidana dalam perkara tersebut. Intinya kita mau memastikan apakah memang ada unsur kesengajaan melelang objek fiktif tersebut,” ujar dia.

Korban lelang fiktif BNI, Musthofa Muhammad Bong sebelumnya mengatakan dikabulkannya gugatan perdata di Pengadilan Negeri Koba yang disampaikannya tidak menyurutkan langkahnya untuk melanjutkan perkara tersebut secara pidana.

“PN Koba dalam putusannya menilai pihak BNI terbukti telah melakukan perbuatan melawan hukum dan wajib membayar kerugian saya sebesar Rp 225,5 juta. Meski perdata menang, saya tetap melanjutkan laporan saya secara pidana,” ujar dia.

Musthofa menambahkan akan menuntut janji Direktur Ditreskrimsus Polda Bangka Belitung Komisaris Besar Moh Irhamni yang berjanji akan secepatnya menindaklanjuti laporannya jika sudah ada putusan perdata di PN Koba.

“Waktu kita bertemu beliau berjanji akan langsung menyelesaikan perkara ini setelah saya dinyatakan menang perdata. Saya harap pihak BNI yang terkait dengan perbuatan melawan hukum segera jadi tersangka dan dilakukan penahanan,” ujar dia.

Kasus tersebut dilaporkan Musthofa Muhammad Bong yang mengalami kerugian Rp 122,4 juta usai mengikuti lelang lahan seluas 8005 meter persegi di Jalan Penangan RT 007 Air Jangkang Desa Pasir Garam Kecamatan Simpang Katis Kabupaten Bangka Tengah pada Juni 2021.

Musthofa yang sudah melengkapi persyaratan dan membayar kewajiban sebagai pemenang lelang baru mengetahui objek yang dilelang ternyata tidak ada. Korban pun melaporkan hal tersebut secara perdata dan pidana karena tidak ada itikad baik dari pejabat BNI.

Penulis: Servio M | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button