BANGKA BARATLENSA DAERAHNEWS

Pembangunan Stadion Muntok Dilanjutkan dengan Dana Seadanya, Bantuan Provinsi Masih Kurang

Lensabangkabelitung.com, Muntok– Pembangunan Stadion Muntok yang saat ini sudah berjalan sekitar 33 persen, tampaknya akan dilanjutkan dengan ketersediaan dana yang seadanya saja. Pasalnya, rencana pembangunan lapangan bola megah yang dulunya sempat diperkirakan akan dijadikan lokasi pembukaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) tersebut hanya mendapatkan bantuan dana dari Pemprov Babel senilai Rp5 miliar saja, sedangkan anggaran yang dibutuhkan sebesar Rp50 miliar.

Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Bangka Barat, Thomas mengungkapkan untuk melanjutkan pembangunan stadion di tahun 2022 sesuai perencanaan masih kekurangan dana. Ia menyampaikan, pembangunan stadion ini memang menggunakan dana yang bersumber dari Dana Bantuan (Daba) Pemerintah Provinsi Bangka Belitung.

“Jadi memang secara dana ada kekurangan, terkait kekurangan tentu harapan kita supaya ada solusi apakah tetap dengan perencanaan Rp50 miliar itu atau tidak. Harap komitmen dari Provinsi terkait Daba ini dapat diselesaikan lah kepastian itu, apakah nilai Daba itu dapat sebesar Rp50 miliar,” kata Thomas, Selasa, 19 April 2022.

Karena Daba yang disediakan Pemprov Babel masih kurang dari kebutuhan, Thomas menyatakan desain pembangunan lanjutan Stadion Muntok akan ditinjau ulang lagi, apakah dengan dana Rp50 miliar masih bisa atau tidak untuk mencukupi kebutuhan proyek tersebut.

“Maksud review ini apakah tribun akan berkurang luasnya untuk penyesuaian dananya, kalau dicukupkan masih jauh, intinya direview lagi, dipastikan lagi untuk Rp50 miliar ini dia akan jadi apa, apakah tribun akan dikurangi luasannya,” katanya.

“Kalau sulit diselesaikan dengan dana segini sudah pasti, artinya kan luasannya bisa jadi berkurang, bisa berkurang banyaklah,” katanya menambahkan.

Thomas mengatakan, pencairan Daba dilakukan apabila sudah ada kontrak dari pemenang tender. Saat ini Pemerintah Daerah Bangka Barat masih dalam tahapan seleksi untuk menentukan Manajemen Kontruksi (MK) yang kemudian bertugas untuk meninjau kembali anggaran yang awalnya diperkirakan Rp50 miliar kemudian tersedia Rp15 miliar tersebut bisa dapat apa nantinya.

“Mana dulu yang dibangun, atau ubah luasannya. Jadi hasil MK ini kan perkiraan kami bulan Agustus sudah ada kontrak konstruksi. Akan selesai sesuai target, cuma waktu yang kita harapkan ada penambahan waktu,” katanya.

“Maksudnya karena memang informasi tentang nilai Daba kepastian itu bukan di 2021 yang harusnya kita bisa persiapan di awal tahun, tapi di bulan Februari 2022,” demikian Thomas.

Penulis: Sepri | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button