NEWS

Pejabat BNI Pusat Diperiksa, Polda Babel Segera Gelar Perkara Kasus Lelang Fiktif

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Kepolisian Daerah (Polda) Kepulauan Bangka Belitung bakal melakukan gelar perkara terkait kasus dugaan lelang dengan objek fiktif di Bank Negara Indonesia (BNI) dengan korban Musthofa Muhammad Bong.

Kepala Subdit Fiskal, Moneter dan Devisa (Fismondev) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Komisaris Indra Dalimunthe mengatakan gelar perkara dilakukan setelah pihaknya melakukan pemeriksaan terhadap pejabat BNI pusat.

“Ada satu orang pejabat BNI pusat yang diperiksa atas nama Tika Amelia Nabila yang menjabat sebagai pengelola kebijakan dan prosedur kredit usaha kecil dan program divisi tata kelola kebijakan BNI,” ujar Indra kepada wartawan, Selasa malam, 16 April 2022.

Indra menuturkan ada 22 pertanyaan yang diajukan kepada Tika Amelia Nabila terkait SOP (Standar Operasional Prosedur) penjualan agunan, barang atau asset secara lelang.

“Total ada 22 pertanyaan yang kita ajukan terhadap yang bersangkutan. Setelah ini tidak ada lagi saksi tambahan yang kita periksa. Dengan begitu, gelar perkara akan segera kita lakukan,” ujar dia.

Korban lelang fiktif BNI, Musthofa Muhammad Bong mengatakan akan tetap melanjutkan masalah tersebut secara pidana meski gugatan perdata yang disampaikannya ke Pengadilan Negeri Koba sudah dikabulkan majelis hakim.

“Dalam putusan perdata, BNI terbukti telah melakukan perbuatan melawan hukum dan wajib membayar kerugian saya sebesar Rp225,5 juta. Meski perdata menang, saya tetap melanjutkan laporan saya secara pidana,” ujar dia.

Musthofa menambahkan akan menuntut janji Direktur Ditreskrimsus Polda Bangka Belitung Komisaris Besar Moh Irhamni yang berjanji akan secepatnya menindaklanjuti laporannya jika sudah ada putusan perdata di PN Koba.

“Waktu kita bertemu beliau berjanji akan langsung menyelesaikan perkara ini setelah saya dinyatakan menang perdata. Saya harap pihak BNI yang terkait dengan perbuatan melawan hukum segera jadi tersangka dan dilakukan penahanan,” ujar dia.

Kasus tersebut dilaporkan Musthofa setelah mengalami kerugian Rp122,4 juta usai mengikuti lelang lahan seluas 8005 meter persegi di Jalan Penangan RT 007 Air Jangkang Desa Pasir Garam Kecamatan Simpang Katis Kabupaten Bangka Tengah pada Juni 2021.

Musthofa yang sudah melengkapi persyaratan dan membayar kewajiban sebagai pemenang lelang baru mengetahui objek yang dilelang ternyata tidak ada. Korban pun melaporkan hal tersebut secara perdata dan pidana karena tidak ada itikad baik dari pejabat BNI.

Penulis: Servio M | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button