NEWS

Menang Gugatan Perdata, Korban Lelang Fiktif BNI Tuntut Dirreskrimsus Polda Babel Lanjutkan Proses Pidana

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Musthofa Muhammad Bong yang menjadi korban lelang dengan objek fiktif yang diduga dilakukan oknum pejabat BNI menang gugatan di Pengadilan Negeri Koba terhadap Bank Negara Indonesia (BNI).

Dikabulkannya gugatan Musthofa Muhammad Bong berdasarkan putusan nomor : 28/Pdt.G/2021/PN Kba tertanggal 12 April 2022. Dalam putusan tersebut, majelis hakim menyatakan pihak BNI telah melakukan telah melakukan perbuatan melawan hukum, menyatakan korban atau penggugat adalah pembeli yang beritikad baik dan menghukum BNI memberikan ganti rugi sebesar Rp 225.520.000.

Musthofa mengatakan bersyukur gugatan yang disampaikannya dikabulkan majelis hakim. Dia menilai majelis hakim telah memberikan keadilan baginya.

“Ini membuktikan masih ada hukum di negeri ini. Tapi meski gugatan perdata dikabulkan, saya tetap melanjutkan laporan saya secara pidana di Polda Bangka Belitung,” ujar Musthofa kepada wartawan, Rabu, 13 April 2022.

Musthofa mengaku akan mengejar janji Direktur Ditreskrimsus Polda Bangka Belitung Komisaris Besar Moh Irhamni untuk memproses laporan pidana yang telah dilaporkannya.

“Sebelumnya saya pernah bertemu dengan Dirreskrimsus dan beliau berjanji akan segera menindaklanjuti perkara pidana usai saya menang perdata,” ujar dia.

Musthofa mengharapkan akan ada titik terang dari laporan pidana yang disampaikannya, terutama membongkar perbuatan yang dilakukan oknum pejabat BNI.

“Kalau bisa sudah ada yang ditetapkan sebagai tersangka dan dilakukan penahanan,” ujar dia.

Sementara Kuasa Hukum BNI, Febby saat dihubungi wartawan belum memberikan jawaban. Pesan konfirmasi yang disampaikan wartawan melalui WhatsApp hanya dibaca saja.

Kasus itu sendiri bermula saat Musthofa dinyatakan menang lelang lahan seluas 8005 meter persegi di Jalan Penangan RT 007 Air Jangkang Desa Pasir Garam Kecamatan Simpang Katis Kabupaten Bangka Tengah pada Juni 2021.

Namun setelah melengkapi persyaratan dan kewajiban lelang diselesaikan dengan membayar Rp122,4 juta, korban mengetahui objek yang dilelang ternyata tidak ada. Korban pun melaporkan hal tersebut secara perdata dan pidana karena tidak ada itikad baik dari pejabat BNI.

Penulis: Servio M | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button