NEWS

Bareng Polres dan Kemenag, PCNU Kota Pangkalpinang Ikut Gerakan Satu Juta Vaksinasi Serentak

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pangkalpinang, Polres dan Kementerian Agama Pangkalpinang turut melaksanakan Program Satu Juta Vaksin Serentak. Program ini merupakan turunan dari kerja sama tingkat pusat, antara PBNU, POLRI dan Kementerian Agama RI.

Dalam kegiatan vaksinasi di Kota Pangkalpinang ini, ditargetkan mencapai tiga ribu orang. Lebih banyak dibandingkan target di setiap Kabupaten di Bangka Belitung dua ribu orang.

Lokasi pelaksanaan vaksinasi dilakukan di beberapa titik, di antaranya Taman Wilhemina, Kantor Kemenag Pangkalpinang, dan dilaksanakan juga di Rusunawa Pangkal Arang, Kelurahan Ketapang, Kecamatan Pangkal Balam, yang diinisiasi oleh PCNU Kota Pangkalpinang.

Sekretaris Tandfiziyah PCNU Pangkalpinang, Wahyu Gusna mengatakan vaksinasi yang diberikan mulai dari vaksin pertama, kedua, booster. Dengan jenis vaksin Pfizer, Astrazeneca, Sinovac dan lain-lain yang tersedia.

Kegiatan yang dilaksanakan hari Jumat hingga Sabtu, 22-23 April 2022 di Rusunawa juga di bantu oleh Keluraharan Ketapang, Bhabinkamtibmas, Pengelola Rusunawa, Pondok Pesantren Nurul Muhibbin dan Banser Ansor. Adapun petugasnya, di hari pertama dibantu oleh Puskesmas Melintang, dan di hari kedua dibantu oleh Puskemas Pangkalbalam.

Tampak hadir dalam kegiatan ini Kapolres Pangkalpinang AKBP Dwi Budi Murtiono S,IK MH, Wakapolres Kompol Poltak Sintong Toar Purba, Kabag Ops AKP Rais Muin, dan Kasat Binmas IPTU Hardi, SE yang turut mengawal suksesnya vaksinasi di kota Pangkalpinang.

Dari PCNU Pangkalpinang di hadiri langsung oleh Rois Syuriah Kyai Haji Komarudin yang juga pimpinan Pondok Pesantren Nurul Muhibbin, yang menyampaikan bahwa terkait suntik pada saat bulan Ramadan terdapat perbedaan pendapat batal tidaknya puasa saat menjalani tindakan medis berupa suntik dan sejenisnya memang berpangkal pada fakta masuknya zat dari luar ke dalam tubuh.

Dikatakannya, suntik adalah kegiatan memasukkan obat atau nutrisi melalui otot atau pembuluh darah. Mayoritas ulama menyatakan suntik tidak membatalkan puasa dengan argumentasi obat atau nutrisi tersebut tidak masuk melalui lubang asal seperti mulut, hidung, telinga, dan dubur.

Akan tetapi, ada juga yang menyebutkan jika yang disuntikkan adalah nutrisi dengan fungsi setara asupan makanan dan bisa memberikan energi berlebih kepada seseorang maka dihukumi membatalkan puasa.

“Maka yang lebih diikuti adalah pendapat mayoritas ulama sebagaimana diatas bahwa yang membatalkan puasa jika masuk nya melalui lubang asal yaitu mulut, hidung, telinga dan dubur. Jadi, kesimpulannya bahwa melakukan suntik vaksin Covid-19 saat berpuasa boleh dan tidak membatalkan puasa,” tuturnya.

Selain KH Komarudin dan Wahyu Gusna, dari PCNU Kota Pangkalpinang turut hadir juga Wakil Bendahara M Hafiz, Wakil Bendahara Mustari dan Wakil Sekretaris Munzir mengatakan seluruh Banom NU mendukung penuh kegiatan vaksinasi ini.

“Insyaallah PCNU Pangkalpinang akan berusaha selalu hadir bersama masyarakat menjalankan program yang dibutuhkan masyarakat. Seperti pelaksanaaan vaksinasi hari ini, yang sekarang menjadi syarat perjalanan mudik, pengurusan dokumen kependudukan dan lain-lain,” ujar Wahyu Gusna.

Kepada peserta vaksinasi di Rusunawa, PCNU memberikan hadiah berupa minyak goreng yang saat ini dibutuhkan masyarakat.

Release

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button