NEWS

Pusat Studi Pembangunan Dan Kebijakan Publik STISIPOL Pahlawan 12 Kritisi Peningkatan Kemiskinan di Kabupaten Bangka

Lensabangkabelitung.com, Bangka – Angka kemiskinan Kabupaten Bangka tahun 2021 meningkat menjadi 4,81 persen setelah tahun 2020 dapat ditekan hanya sebesar 4,51 persen. Naiknya tingkat kemiskinan salah satu faktor mendasarnya diakibatkan oleh pandemi Covid-19 yang berdampak pada ekonomi masyarakat secara menyeluruh.

Data rilis Badan Pusat Statistik Kabupaten Bangka tersebut menunjukkan gejala yang berbeda dengan beberapa capaian indikator sosial dan ekonomi di Kabupaten Bangka. Menurut Kepala Pusat Studi Pembangunan dan Kebijakan Publik STISIPOL Pahlawan 12, Bambang Ari Satria jika dilihat dari beberapa indikator kesejahteraan sosial terjadi gejala paradoksial. Kenaikan angka kemiskinan ini paradoks dengan beberapa capaian indikator ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Bangka pada tahun 2021.

Beberapa data indikator ekonomi dan kesejahteraan mengalami peningkatan yang signifikan. Pertumbuhan ekonomi dari 0,73 persen meningkat menjadi 7,48 persen, peningkatan PDRB Per Kapita dari 0,65 persen menjadi 14,51 persen, nilai tukar petani dari 113,46 menjadi125,71, gini ratio dari 0,262 menurun menjadi 0,256, serta peningkatan keluarga harapan menurun dari 4.614 menjadi 4.015. Indeks kedalaman kemiskinan juga menurun dari 0,47 menjadi 0,39 dan keparahan kemiskinan juga menurun dari 0,09 menjadi 0,06,” ngkap Bambang.

Selain itu, Bambang Ari Satria juga menjelaskan bahwa secara metodologis perhitungan waktu, perhitungan angka kemiskinan menggunakan data bulan Januari-Maret 2021 sehingga ini sangat berpengaruh terhadap hasil perhitungan angka kemiskinan yang dirilis pada bulan dan tahun berjalan pada saat data tersebut dirilis, sehingga ada jeda dan perbedaan waktu antara kondisi riil di lapangan dengan publikasi survei yang dilakukan,” tambah Bambang Ari Satria.

Menurut Kepala Pusat Studi Pembangunan dan Kebijakan Publik, data peningkatan angka kemiskinan di Kabupaten Bangka perlu didiskusikan kembali dengan analisis yang tajam dan pendekatan asimetris yang mempertimbangkan faktor-faktor penyebab secara utuh dan bersifat korelasional agar betul-betul mendeskripsikan kondisi faktual di masyarakat.

Di sisi lain, Bambang juga menyarankan, beberapa intervensi kebijakan dan program unggulan bidang kemiskinan yang didesain oleh Pemerintah Kabupaten Bangka juga perlu dilakukan evaluasi secara menyeluruh untuk mengamati sejauhmana efektifitas dampak program dalam upaya pengentasan kemiskinan.

‚ÄúPemerintah Kabupaten Bangka juga perlu melakukan evaluasi dampak setiap program intervensi kemiskinan secara menyeluruh untuk mengetahui efektivitas sasaran yang dicapai,” ujar Bambang Ari Satria.

Release

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button