NEWS

Oknum APH Dapat Jatah di SPDN Pasar Muntok, Nelayan Protes Alokasi Tidak Sesuai Kebutuhan

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Nelayan di Muntok Kabupaten Bangka Barat mengeluhkan alokasi Bahan Bakar Minyak BBM jenis solar subsidi di Solar Pack Dealer Nelayan (SPDN) Pasar Muntok tidak sesuai kebutuhan.

Menurut EA, salah satu nelayan saat berbincang dengan Lensabangkabelitung mengatakan oknum aparat sudah berlebihan mengambil solar di SPDN Pasar sehingga membuat alokasi yang diberikan ke nelayan tidak sesuai kebutuhan.

“Jumlah nelayan aktif kalau tidak salah 14 kapal, sementara kebutuhan mereka besar karena bisa dua atau tiga malam di laut. Kebutuhan satu kapal 6 sampai 8 jerigen. Sementara pengurus hanya kasih 2 jerigen per kapal,” ujar EA, Kamis, 31 Maret 2022.

Menurut EA, alokasi solar yang diberikan ke aparat penegak hukum cukup besar dimana bisa mencapai 50 jerigen. Selain itu, kata dia, ada juga oknum atas nama pribadi yang bisa mendapatkan 35 jerigen.

“Seharusnya dalam sebulan delapan kali masuk. Satu kali masuk 8 ton. Tapi hanya masuk empat atau lima kali. Terus subuh-subuh juga sudah dikeluarkan. Selesai mobil tengki keluar mereka langsung keluarkan lagi,” ujar dia.

Dia menuturkan pihaknya tidak mempermasalahkan ada alokasi untuk oknum aparat. Namun dia mengharapkan agar kebutuhan nelayan dan warga lingkungan diprioritaskan.

“Kalau kita lihat, pengurus SPDN mau memenuhi semua kebutuhan nelayan. Namun karena takut dengan aparat, jadi jatah nelayan ini yang ditekan,” ujar dia.

Pengurus SPDN Pasar Muntok, Akiong membantah jika nelayan kesulitan karena proses pembagian sesuai dengan data yang ada di SPDN.

“Tidak susah juga. Nelayan semua dapat. Kadang yang tidak dapat itu yang datang terakhir datang. Itu bukan nelayan. Kalau warga wajar terakhir lambat datang. Seperti kita mengerit di SPBU-lah. Kalau mobil terakhir datang terlambat wajar tidak dapat. Kan masuk akal kira-kira,” ujar dia.

Akiong menyebutkan alokasi nelayan diberikan jika memiliki surat pas kapal dan kartu nelayan. Alokasi yang diberikan bervariasi sesuai dengan PK kapal.

“Soal oknum, kalau ada yang minta seteng dua teng kita beri. Yang diutamakan prioritas nelayan. Kita bagi nelayan. Kita main panggil nama nelayan. Ada data di kita,” ujar dia.

Akiong juga membantah sempat ada keributan dengan nelayan saat di SPDN yang terjadi Sabtu lalu. Menurutnya, yang mau ribut itu bukan nelayan yang terdata.

“Sabtu yang ribut itu orang kodim karena tidak saya kasih minyaknya. Dia mau ribut. Aku tidak peduli. Dia aparat. Dia marah-marah aku. Aku tidak peduli. Yang penting nelayanku dapat semua. Itu bukan dari nelayan. Kalau kita, nelayan luar pun kita kasih karena kasihan juga,” ujar dia.

Kepala Subdit Penegakan Hukum (Gakkum) Ditpolairud Polda Bangka Belitung Ajun Komisaris Besar Toni Sarjaka mengatakan pihaknya akan mengambil tindakan untuk mengecek ke lapangan.

“Terima kasih informasinya. Akan segera kita cek ke lapangan,” ujar dia.

Penulis: Servio M | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button