NEWS

Korban Dugaan Lelang Fiktif Tuntut Polda Babel Periksa Pimpinan BNI Palembang Rigobertus Harianja

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Korban dugaan lelang fiktif Bank Negara Indonesia (BNI) Cabang Pangkalpinang mendatangi Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Bangka Belitung.

Kedatangan korban Musthofa Muhammad Bong ditemani oleh kuasa hukumnya Ryan Gumay dan Hery Julianto guna bertemu dengan Dirreskrimsus Komisaris Besar Moch Irhamni sekaligus mempertanyakan sejauh mana penanganan perkara pidana terhadap pejabat BNI yang dilaporkan beberapa waktu lalu.

Kuasa Hukum korban, Ryan Gumay mengatakan dalam pertemuan tersebut pihaknya masih belum mendapatkan jawaban yang sesuai dengan harapan dalam penanganan perkara tersebut.

“Tadi jawaban Dirkrimsus masih normatif dengan menyampaikan masih diproses. Kita pertanyakan dalam arti proses tersebut,” ujar Ryan saat ditemui wartawan usai bertemu Dirreskrimsus Polda Bangka Belitung, Selasa, 1 Maret 2022.

Ryan menuturkan pihaknya mempertanyakan mengapa penyidik belum memanggil pimpinan BNI Wilayah 03 Palembang Rigobertus Harianja yang merupakan pihak yang bertanggung jawab atas terlaksananya lelang dengan objek fiktif tersebut.

“Yang diperiksa malah pihak BNI yang bukan memiliki kewenangan penuh mengambil keputusan alias cuma bawahan. Sesuai surat yang disampaikan, adalah saudara Rigobertus Harianja yang menandatangani terlaksananya lelang tersebut,” ujar dia.

Langkah penyidik yang memeriksa pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN), kata Ryan, terlalu melebar karena hubungan hukum yang dilaporkan adalah dengan pihak BNI.

“Terkait keabsahan legalitas surat pemohon yang meminjam uang berdasarkan sertifikat ke BNI bukan urusan kami. Itu yang kami pertegas,” ujar dia.

Ryan mengaku Dirreskrimsus sudah berjanji akan memberikan atensi terhadap kasus tersebut dan akan memanggil pimpinan BNI Palembang Rigobertus Harianja selalu pejabat yang menandatangani perintah adanya informasi lelang di Simpang Katis yang dimenangkan kliennya.

“Sebelumnya kita berencana kalau tidak ada informasi yang konkrit atau tidak terjadi pertemuan hari ini, kami akan melayangkan surat ke kompolnas, Komnas HAM dan LPSK karena klien kami sebagai korban merupakan pembeli yang beritikad baik. Tapi kita tahan dulu untuk melihat pergerakan penyidik. Dirasa tidak objektif, kami akan melayangkan surat dan melapor ke Kapolri,” ujar dia.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Humas) Polda Bangka Belitung Komisaris Besar Maladi mengatakan kepolisian terus melakukan penyelidikan terhadap perkara kasus dugaan lelang fiktif BNI Pangkalpinang.

“Kasus ini masih diselidiki oleh Direktorat Kriminal Khusus Polda Kep. Bangka Belitung. Dalam kasus ini sudah dipanggil terlapor dan pihak-pihak terkait. Namun masih ada beberapa pihak terkait lainnya yang akan dimintai keterangan,” ujar dia.

Selain itu, Perwira Melati Tiga ini menuturkan bahwa pihaknya juga sudah melayangkan surat kepada pelapor terkait pemberitahuan perkembangan hasil penyelidikan.

“Pelapor juga sudah dua kali kita kirimkan surat pemberitahuan perkembangan hasil penyelidikan,” ujar dia.

Kendati demikian, Maladi menerangkan bahwa pihaknya terus lakukan penyelidikan dan meminta agar menunggu perkembangan informasi dari penyidik.

“Untuk informasi lanjut tunggu proses penyelidikan dan penanganannya. Kalau sudah ada akan kita sampaikan kembali,” ujar dia.

Penulis: Servio M | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button