NEWS

Di Depan Pimpinan KPK, Kapolda Babel Akui Anak Buahnya Minim Ungkap Kasus Korupsi

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Kepolisian Daerah (Polda) Kepulauan Bangka Belitung melakukan rapat koordinasi bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam upaya pencegahan dan penanganan kasus korupsi.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron dan Kapolda Bangka Belitung Inspektur Jenderal Yan Sultra Indrajaya di Gedung Tribrata Mapolda Bangka Belitung, Rabu, 9 Maret 2022.

Dalam rakor tersebut, Yan mengatakan pihaknya telah melakukan upaya penanganan tindak pidana korupsi baik melalui kegiatan pencegahan maupun penindakan.

“Untuk pencegahan, kita melaksanakan pendampingan dalam kegiatan pemulihan ekonomi nasional dan penyelenggaraan dana desa. Juga melakukan FGD bersama OPD dibawah Kementerian PUPR guna mewujudkan penyelenggara negara yang bebas KKN,” ujar Yan dalam sambutannya.

Sedangkan untuk kegiatan penindakan, kata Yan, pihaknya dan Polres jajaran dalam tiga tahun terakhir yakni 2019 – 2021 telah melakukan penyidikan tindak pidana korupsi sebanyak 9 kasus.

“Cukup minim. 9 kasus tersebut dengan rincian tahap sidik atau P19 sebanyak 8 kasus dan P21 atau tahap dua ada satu kasus. Hal ini masih perlu ditingkatkan dan dimaksimalkan untuk penyelenggaraan negara yang lebih baik ke depannya,” ujar dia.

Yan menuturkan saat ini masih ditemukan permasalahan dan hambatan dalam proses penegakan hukum yakni masih belum samanya persepsi dalam penghitungan kerugian keuangan negara dan perbedaan pendapat dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terkait P19.

“Untuk itu mari kita bersama menyatukan persepsi dan mindset kita dengan mencari solusi pemecahan permasalahan yang ditemukan serta melakukan berbagai inovasi dan terobosan dalam upaya proses penegakan hukum yang berkeadilan,” ujar dia.

Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron mengatakan pentingnya sinergi antar sesama aparat penegak hukum. Kekuatan penyelesaian penanganan korupsi, kata dia, adalah kalau sesama aparat penegak hukum bersinergi bersama.

“Sebaliknya, kelemahan, kekurangan dan kegagalan akan terjadi kalau diantara kita tercerai berai. Mungkin kemarin kita sempat bertikai, mungkin kemarin ada duka dan ada pahit hubungan kita, selesai sudah masa lalu kita tatap masa depan,” ujar dia.

Nurul Ghufron menambahkan pihaknya mengajak aparat penegak hukum sama-sama saling menguati. Hal tersebut, kata dia, dikarenakan kinerja KPK saat ini karena ada support dari SDM polri, kejaksaan, BPKP dan lainnya.

Penulis: Servio M | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button