LENSA POLITIKNEWS

Tanggapi Upaya Pemberhentian Sekda, Wagub Babel Sebut Sangat Prematur

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Upaya Gubernur Kepulauan Bangka Belitung untuk mengganti Sekretaris Daerah, mendapat tanggapan dari Wakil Gubernur Abdul Fatah. Ketua Dewan Pakar DPW Partai Nasdem Babel itu mengatakan kebijakan untuk mengganti Sekda saat ini adalah kondisi yang sangat prematur.

Hal ini dikatakan Wagub Abdul Fatah, ketika ditemui usai acara pelepasan ekspedisi rupiah berdaulat, yang diadakan Bank Indonesia, Minggu, 20 Februari 2022 di Pelabuhan Pangkalbalam.

Lebih lanjut dikatakan Wagub Babel Abdul Fatah, di dalam penyelenggaraan pemerintahan dan kehidupan berbangsa, kepala daerah memiliki keterbatasan. Masih ada kuasa yang lebih tinggi di atas siapapun yang menjadi kepala daerah.

“Di atas langit masih ada langit. Langit yang tertinggilah yang akan memutuskan itu,” ujar Abdul Fatah mengibaratkan kondisi yang saat ini terjadi dalam upaya pemberhentian Sekda Babel.

Ditegaskannya, dalam pengusulan pemberhentian Sekda Babel itu, harus menempuh dan mesti taat pada mekanisme norma, standar, dan prosedur.

Adapun dalam hal kewenangan di sisa masa jabatan saat ini, Abdul Fatah menegaskan kepala daerah hanya memiliki kewenangan untuk mengusulkan. Hasil penilaiannya ditentukan oleh beberapa lembaga lain yang lebih tinggi kedudukannya.

“Finalisasinya ada di beberapa lembaga yang harus dilewati. Ada Kementerian Dalam Negeri, Kementerian PAN RB, dan KASN. Akan diparipurnakan oleh tiga lembaga ini, layak atau tidak,” tutur Abdul Fatah.

Ditanya tentang kinerja Sekda yang disebut-sebut menjadi alasan kepala daerah untuk memberhentikan, menurut Abdul Fatah, seorang kepala daerah sebagai pejabat pembina kepegawaian mengamati terhadap kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Itu memang tugas dia untuk melakukan pembinaan ASN. Bukan berarti tugas dia untuk memutuskan. Dia hanya mengusulkan saja, ada lembaga-lembaga tinggi yang akan menyikapinya secara bijak,” ujar Abdul Fatah.

Adapun ketika ditanyakan tentang hubungan kerjanya dengan Naziarto selaku Sekda Babel saat ini, Abdul Fatah mengatakan tiada persoalan.

“Saya tidak ada persoalan dengan Pak Sekda. Kita bangun sinergi, bekerja sama, bangun kekompakan. Kita bekerja secara bersama-sama,” tutur Abdul Fatah.

Sebelumnya, diketahui Gubernur Babel Erzaldi Rosman telah dua kali menyurati Presiden melalui Menteri Dalam Negeri untuk memberhentikan Sekda Babel. Surat pertama bertanggal 14 Januari 2022, dengan nomor 800/0018/BKPSDMD, berisi tentang permohonan penggantian PNS Jabatan Pimpinan Tinggi Madya Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Berselang dua pekan kemudian, tepatnya di tanggal 2 Februari 2022 surat kembali dilayangkan. Perihal surat kali ini lebih tajam. Tak lagi menggunakan diksi penggantian, tapi Erzaldi memilih kata pemberhentian dalam pokok perihal surat bernomor 800/0070/BKPSDMD ini. Dia juga menyampaikan lampiran dokumen pelengkap di surat bertandatangan Erzaldi dengan tinta biru itu.

Dua tanggal pengiriman surat permintaan penggantian Sekda ini, belum genap dua tahun, sejak Naziarto dilantik menjadi Sekda Babel pada 17 Februari 2020 lalu.

Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button