BANGKA TENGAHLENSA DAERAHLENSA KRIMINALNEWS

Operasi Antik Menumbing 2022 Polres Bangka Tengah Tangkap 6 Pengedar Narkoba

Lensabangkabelitung.com, KOBA – Sebanyak enam (6) kasus tindak pidana narkotika berhasil diungkap Sat Resnarkoba Polres Bangka Tengah dengan total barang bukti 19,23 gr sabu.

Kapolres Bangka Tengah AKBP Moch Risya Mustario saat dikonfirmasi mengatakan bahwa Operasi Antik Menumbing tahun 2022 yang dilaksanakan sejak tanggal 1 sampai 12 Februari 2022, berhasil mengungkap 6 kasus diantaranya 3 kasus Target Operasi (TO) dan 3 kasus lainnya NON TO, dengan 5 tersangka laki-laki dan 1 perempuan.

“Adapun barang bukti yang berhasil diamankan, yaitu 19,23 gram sabu, 7 unit handphone, 4 unit sepeda motor dan 1 unit mobil dengan TKP di Kecamatan Koba dan Kecamatan Sungai Selan, Kabupaten Bangka Tengah,” terang Risya, Kamis, 17 Februari 2022.

Enam tersangka yang berhasil diamankan yaitu Doni (27), warga Kelurahan Padang Mulya dengan barang bukti 0,97 gram sabu tertangkap di Area Parkir Warung Pecel Lele, di Jl. Raya Koba Cut Nyak Din, kemudian tersangka Karmo (28), warga Kelurahan Padang Mulya dengan barang bukti 0,75 gram sabu, tertangkap di Jl. Tangjung Langka, kemudian tersangka Amel (43), warga Kelurahan Sungai Selan, dengan barang bukti 9,70 gram sabu, tertangkap di sebuah rumah yang beralamat di Jl. Berok Ilir, Kecamatan Sungai Selan.

“Kemudian tiga tersangka lainnya terciduk di sebuah kontrakan beralamat di Jl. Kenanga Atas (Belakang Apotik Sehat), Kecamatan Koba atas nama Putri (19) dengan BB 0,53 gram sabu, Abil (24) dengan BB 1,44 gram sabu dan Angga (20) dengan BB 5,84 gram sabu dan untuk Target Operasi ini atas nama Amel, Karmo dan Abil, dan tiga lainnya NON TO,” ungkapnya.

Dikatakan AKBP Risya, dari hasil pengungkapan kasus tindak pidana narkotika selama Operasi Antik Menumbing tahun 2022 dapat disimpulkan bahwa banyaknya terjadi tindak pidana narkotika di wilayah hukum Polres Bangka Tengah tepatnya di daerah Kecamatan Koba, Kecamatan Sungai Selan dan Kecamatan Lubuk Besar.

“Narkotika ini umumnya diedarkan kepada nelayan, kalangan remaja dan para penambang,” ujarnya.

AKBP Risya menerangkan akibat perbuatan tersangka telah melakukan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, untuk itu tersangka dikenakan UU Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

“Acaman hukuman pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 800 juta dan paling banyak Rp 10 miliar,” pungkasnya.

Penulis : Hendri | Editor: Servio M

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button