BANGKA BARATLENSA DAERAHNEWS

Kemampuan Keuangan Bangka Barat Rendah, Solusinya Peningkatan PAD

Lensabangkabelitung.com, Muntok– Kemampuan Keuangan Daerah (KKD) Kabupaten Bangka Barat berada dalam katagori rendah. Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Abimanyu mengatakan, KKD Bangka Barat yang rendah merupakan hitung-hitungan berdasarkan realiasi tahun 2020.

Meskipun kemampuan keuangan rendah, Abimanyu menjelaskan hal tersebut tidak mengganggu jalannya pembangunan dan program yang dibuat oleh Pemerintah Daerah. Sebab, ia menilai pembangunan dan program pemerintah daerah akan menyesuaikan dengan kemampuan keuangan yang ada.

“Ketika kemampuan keuangan kita tinggi artinya lebih banyak yang bisa kita lakukan, kalau rendah yah lebih sedikit,” kata Abimanyu, Selasa, 15 Februari 2022.

Penyebab kemampuan keuangan daerah yang rendah ini diungkapkan oleh Abimanyu disebabkan oleh pendapatan pemerintah yang juga masih rendah, salah satunya Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Itu ada hitung-hitungannya, tapi yang jelas yang mempengaruhi kemampuan keuangan itu adalah pendapatan, salah satunya pendapatan asli daerah dan juga dana transfer umum dari pusat yang tidak bersifat khusus seperti Dana Alokasi Umum atau Dana Bagi Hasil SDA,” katanya.

Untuk menanggulangi itu, ia mengatakan harus ada langkah-langkah yang bertujuan untuk meningkatkan pendapatan asli daerah Kabupaten Bangka Barat. Sementara itu, Pemerintah Daerah tidak bisa berharap banyak pada Dana Alokasi Umum (DAU) dari pemerintah pusat.

“Kalau berharap DAU tidak bisa, karena dia bentuknya itu pemberian, itu ada hitung-hitungan dari pemerintah pusat, yang bisa kita lakukan untuk meningkatkan KKD dengan usaha kita sendiri ya PAD, kalau dana transfer dari pusat ini kan tergantung dengan kondisi keuangan pusat juga,” demikian Abimanyu.

Penulis: Sepri | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button