BANGKA TENGAHLENSA DAERAHNEWS

Ditpolairud Polda Babel Turun Tangan Lakukan Penertiban di Pungguk, Aktor di Balik Tambang Harus Diungkap

Lensabangkabelitung.com, Koba – Aktivitas penambangan timah ilegal di lahan eks Kontrak Karya PT Kobatin kawasan kolong Pungguk dan sekitarnya seolah tidak pernah selesai meski beberapa kali dilakukan penertiban.

Kali ini giliran Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Bangka Belitung yang melakukan penertiban didampingi Polres Bangka Tengah, Jumat malam, 18 Februari 2022.

Kasubdit Patroli Ditpolairud Polda Bangka Belitung Ajun Komisaris Besar Andreas Purwanto mengatakan pihaknya berupaya untuk menekan semaksimal mungkin terjadi kecelakaan fatal karena aktivitas malam sangat beresiko sekali.

“Kita lakukan itu agar tidak terjadi hal yang memakan korban,” ujar Andreas kepada wartawan.

Menurut Andreas, kegiatan itu dilakukan guna menindaklanjuti laporan masyarakat yang resah terhadap aktivitas tambang ilegal di kawasan tersebut yang terjadi pada malam hari.

“Laporan masyarakat ini ada karena mereka mengalami kerugian atau ada hal yang mengusik ketenangan mereka,” ujar dia.

Kapolres Bangka Tengah Ajun Komisaris Besar Moch Risya Mustario mengatakan dalam patroli dan penertiban di Pungguk hingga lokasi tower SUTET tidak ditemukan aktivitas malam hari.

“Tadi ada alat yang kita bongkar dan diamankan karena informasi yang didapat mereka pada malam hari sehingga kita sengaja melakukan penertiban. Kita mengimbau para penambang untuk tidak melakukan aktivitasnya,” ujar dia.

Risya menuturkan di kawasan tersebut masih berstatus quo karena belum ada regulasi yang jelas mengatur memperbolehkan pertambangan di lahan eks Kobatin.

“Jadi kita mengimbau untuk tidak dilakukan pertambangan sampai ada regulasi yang mengatur secara legal dari pemerintah,” ujar dia.

Risya menambahkan pihaknya akan mengambil langkah penyelidikan secara mendalam untuk mengungkap koordinator tambang tersebut. Namun dia menegaskan akan mengumpulkan alat bukti terlebih dahulu guna mengungkap siapa koordinator penambang.

“Kita tidak bisa menduga karena harus ada alat bukti yang lengkap. Namun yang jelas kita tidak pernah jera lakukan penertiban di kawasan ini. Apalagi dari pihak Ditpolairud juga sudah membantu kita,” ujar dia.

Penulis: Servio M | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button