BANGKA BARATLENSA DAERAHNEWS

Sidang Kedua Perkara Pemalsuan Surat Rapid Test di Babar, Hadirkan Tujuh Saksi

Lensabangkabelitung.com, Muntok– Perkara pemalsuan surat hasil rapid test di Bangka Barat dengan terdakwa PNS Ropian Jauhari dan Heru Purwanto telah menjalani sidang yang kedua. Pada sidang kali ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) memanggil tujuh orang saksi untuk memberikan keterangannya kepada para hakim di Pengadilan Negeri Muntok, Selasa, 4 Januari 2022.

Pada sesi pertama, yang dipanggil pada sidang tersebut diantaranya adalah Plt Direktur RSUD Sejiran Setason dokter Rudi Faizul, dokter Mariya Ulfah sebagai pihak yang dipalsukan tandatangannya, kemudian dua orang Tim Satgas Covid-19 sekaligus Tim Validasi Surat Hasil Rapid Tes Pelabuhan Tanjung Kalian, Ahmad Yani dan Erwan Agustiono.

Lalu pada sesi kedua, saksi-saksi yang memberikan pernyataannya adalah tiga orang PNS yang merupakan teman terdakwa dan sama-sama menjalani masa CPNS pada tahun 2021 lalu. Tiga orang saksi tersebut di antaranya Wijaya Kusuma dan Ade Vindha yang merupakan rekan satu ruangan kerja dengan Ropian Jauhari serta Aprillia Dwiana yang merupakan dokter umum di RSUD Sejiran Setason.

Saat persidangan tersebut, Ropian dan Heru tidak merasa keberatan atas pernyataan dari saksi Rudi Faizul, Ahmad Yani, Erwan Agustiono dan Mariya Ulfah. Namun, terdakwa Ropian Jauhari merasa keberatan atas pernyataan saksi Aprillia Dwiana, Ade Vindha dan Wijaya Kusuma.

Untuk diketahui, rencananya sidang akan dilanjutkan pada hari Kamis, 6 Januari 2022 untuk meminta keterangan dan pernyataan dari terdakwa dengan tetap memanggil tiga saksi yakni Aprillia Dwiana, Ade Vindha dan Wijaya Kusuma.

Penulis: Sepri | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button