LENSA POLITIKNEWS

Honorarium Anggota DPRD Babel, Tenaga Honorer Hingga ASN Pemprov Akan Terlambat, Ini Sebabnya

Lensabangkabelitung.com,Pangkalpinang – Kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Bangka Belitung yang kurang baik, dievaluasi oleh Badan Anggaran DPRD bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) saat menutup kerja akhir tahun 2021.

Hasil evaluasi itu menetapkan honorarium Aparatur Sipil Negara (ASN), tenaga honorer dan juga anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) yang diterima di bulan Januari 2022 dipastikan akan terlambat.

“Mohon maaf kepada ASN, anggota dewan dan honorer, untuk bersabar menunggu hasil evaluasi APBD yang dijadwalkan 14 hari ke depan baru bisa direalisasikan,” tegas Ketua DPRD Babel, Herman Suhadi kepada media, di Ruang Banggar DPRD Bangka Belitung, baru-baru ini.

“Kita semua belum bisa menerima pembayaran gaji, bukan ditunda, karena APBD menunggu evaluasi, kemungkinan diantarkan 14 hari kemudian baru bisa esekusi, tetapi itu pasti dibayar,” lanjutnya.

Hal itu disampaikannya setelah pembahasan tindaklanjut Keputusan Menteri Dalam Negeri No. 903-5848 Tahun 2021 tentang Evaluasi RAPBD Tahun Anggaran 2022 bersama anggota dewan lainnya dan TAPD.

Ia pun menegaskan bahwa evaluasi ini merupakan kewajiban bagi Banggar dan TAPD, setelah adanya rekomendasi dari Kemendagri, dan diharapkan nantinya bisa segera dieksekusi sebagai pedoman dalam menjalankan pemerintahan di tahun 2022.

Sebelum menutup kerja di akhir tahun, rapat evaluasi itu pihaknya telah menyepakati anggaran pendidikan di tahun 2022 mencapai 21,6 persen dari besaran APBD. Pihaknya berharap di 2022 Pemprov Babel memberi perubahan khusus dalam capaian kerja kendati mengalami pengurangan anggaran.

Penulis: Mohammad Rahmadhani | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button