NEWS

Dituduh Menjual Lahan Hutan Produksi di Sebagin, Yanto Majid Bereaksi

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Yanto Majid seorang Pegawai Negeri Sipil yang dituduh menjual lahan hutan produksi seluas 100 hektare di Desa Sebagin, Kecamatan Simpang Rimba, Kabupaten Bangka Selatan buka suara dan memgaku tidak akan tinggal diam kepada yang orang yang sudah melaporkan dirinya.

Yanto mulai ramai dibicarakan sejak April 2021 di pemberitaan yang menyebutkan, dirinya telah mengkoordinir masyarakat dan menjual lahan.

“Saya tidak pernah mengkoordinir atau mengajak masyarakat untuk membuka, menduduki atau merambah kawasan hutan lindung maupun hutan produksi di Desa Sebagin seluas 100 hektare itu sebagaimana yang dimaksud dalam pemberitaan tersebut. Termasuk tidak pernah menjual lahan yang disebutkan kepada pengusaha Pangkalpinang lalu pengusaha Jakarta seperti yang dituduhkan,” kata Yanto kepada media didampingi Kuasa Hukumnya Agus Hendrayadi di Pangkalpinang pada Minggu, 16 Januari 2021.

Sebelumnya terkait pemberitaan yang menyebutkan Yanto telah menjual lahan, Yanto telah diperiksa, dimintai keterangan dan diselidiki oleh penyelidik Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta pihak Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung.

“Selama ini saya diam saja tidak menanggapi pemberitaan tentang saya karena memang saya merasa tidak pernah melakukan hal tersebut. Jangankan Rp1,5 miliar, satu persen pun saya tidak pernah ada terima uang seperti yang dituduhkan. Saya difitnah dengan tuduhan hoaks yang sumbernya tidak bisa dipertanggungjawabkan,” ucap Yanto.

“Yang garap lahan itu bukan hanya saya sendiri, tapi ada warga lima desa yang juga membuat parit seperti saya. Itu untuk kebun. Ada juga warga yang sudah ditanam batang sawit dan pohon buah-buahan. Akan tetapi lahan yang saya buat parit belum pernah disentuh atau digarap apa pun, kecuali buat parit dan lahan tersebut sekarang terpecah dua karena ada proyek jalan,” jelasnya.

Dengan pemberitaan yang sumbernya disamarkan tersebut, Yanto merasa tidak hanya dirinya yang dirugikan, tetapi instansi tempatnya bekerja juga tercoreng akibat tindakan pelapor yang belum diketahui.

“Kami ingin tau jelasnya siapa oknum yang melaporkan itu, dan ingin kami klarifikasi ini dengan baik, apalagi kepada instasi tempat klien kami ini bekerja yakni Kanwil Kemenkumham Babel bahwa apa yang diberitakan ini tidak tepat atau tidaklah benar,” ujar Agus Hendrayadi.

Dirinya juga menegaskan, jika didapatkan bukti-bukti yang tidak benar atas apa yang dituduhkan tersebut pihaknya akan mengambil langkah hukum.

“Dan kami akan melakukan tindakan hukum jika hal-hal yang dituduhkan itu tidak lah benar, kami akan terus melakukan pendampingan untuk tuduhan fitnah ini juga mengklarifiksi langsung kepada instansi terkait,” sebut Agus.

Penulis: Louis

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button