NEWS

Kementerian ESDM Perkirakan Cadangan Timah Indonesia Tinggal 25 Tahun Lagi

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Pemerintah mewajibkan setiap ekspor timah mengacu pada Rencana Kerja Anggaran dan Belanja (RKAB). Pengajuan itu salah satu cara menerapkan keberlanjutan industri timah nasional yang cadangannya ditaksir tersisa untuk 25 tahun lagi. Dengan demikian, hanya bertahan hingga tahun 2046 mendatang.

Direktur Jenderal (Dirjen) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ridwan Djamaluddin mengatakan industri timah nasional penting bagi perekonomian negara.

“Harus membawa dampak optimal bagi negara dan masyarakat. Jangan hanya menguntungkan segelintir orang,” ujar Ridwan dalam seminar nasional “Sustainabilitas Timah Nasional, Refleksi Harapan dan Fakta yang diselenggarakan oleh Babel Resource Institute (BRINST) di Pangkalpinang, Senin, 13 Desember 2021.

Ridwan mengatakan cadangan timah nasional diperkirakan hanya tersisa sampai 2046. Cadangan yang tersisa hingga 2046 itu, kata dia, tidak boleh hanya dinikmati di masa kini saja. Generasi mendatang juga punya hak untuk ikut menikmatinya.

“Oleh karena itu penting menerapkan prinsip keberlanjutan atau sustainabilitas dalam industri timah,” ujar dia.

Penerapan prinsip itu, kata dia, antara lain lewat pengendalian industri timah nasional. Bentuk pengendaliannya adalah setiap eksportir wajib menyusun RKAB.

“RKAB wajib disahkan pemerintahan. Tidak bisa lagi mengekspor tanpa mengacu RKAB,” ujar dia.

Ridwan menambahkan pemerintah akan mengizinkan RKAB direvisi sesuai kondisi faktual. Hal itu, kata dia, untuk mengakomodir dinamika industri sehingga harus ada acuan.

Penulis: Servio M | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button