BANGKA TENGAHLENSA DAERAHLENSA EKONOMILENSA KESEHATANLENSA NASIONALNEWS

Kecamatan Simpang Katis Raih Penghargaan Dari Kementerian Dalam Negeri

Lensabangkabelitung.com, Bangka Tengah – Bupati Bangka Tengah (Bateng), Algafry Rahman dan Kecamatan Simpangkatis menerima penghargaan Innovative Goverment Award 2020.

Profil Kecamatan Simpangkatis dibukukan oleh Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kementrian Dalam Negeri RI bersama 22 Kecamatan berprestasi lainnya se Indonesia dengan judul Pelayanan Terpadu dan Invoasi di Kecamatan.

Camat Simpangkatis Roy Haris Oktabian mengatakan penghargaan tersebut merupakan suatu prestasi. Kemudian dalam buku berjudul Pelayanan Terpadu dan Inovasi di Kecamatan, kata dia, profil Kecamatan Simpangkatis rillis di halaman 2 setelah Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Agam Sumatera Barat oleh Kemendagri.

“Sub Judul halaman Kecamatan Simpangkatis dalam Buku tersebut, yakni Jamban Arum dan Narak Dusun,” ujar dia.

Roy menuturkan pihaknya selama ini terus berinovasi dengan membangun Jamban se Kecamatan Simpangkatis sembari menyambangi masyarakat dengan memberikan pelayanan administrasi kependudukan secara langsung.

“Alhamdulillah, sekarang dengan rutinnya kita turun kelapangan membuat masyarakat kita peduli terhadap pentingnya administrasi kependudukan. Kemudian Pola Hidup Berih Sehat (PHBS) dengan terbangunnya banyak jamban di dalam rumah, membuat warga Kecamatan Simpangkatis terhindar dari potensi penyakit tifus dan lain-lain bersumber dari lingkungan kurang bersih,” ungkapnya.

Menurutnya, kedepan Kecamatan Simpangkatis bisa menjadi perpanjangan tangan dari Kabupaten Bateng Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam melayani masyarakat secara paripurna, sehingga masyarakat lebih mudah berurusan dengan Pemerintahan.

“Meningkatnya
investasi bermuara untuk kemakmuran masyarakat di Kecamatan
Simpangkatis.
Kami ingin menjadikan kecamatan Simpangkatis sebagai pilot project
percontohan dalam hal pelayanan kepada masyarakat baik perizinan dan non perizinan,” ujarnya.

Tak ketinggalan, ia ingin menghapus stigma yang menganggap bahwa Sumber Daya Manusia yang ditempatkan di Kecamatan adalah sumber daya buangan. Padahal kecamatan sebagai ujung tombak pelayanan kepada masyarakat bahkan harus berbanding terbalik.

“Dengan adanya pengharagaan ini, membuat kita semua yang ada di Kecamatan membuka mata bahwa SDM di Kecamatan adalah unggul dan siap berkompetensi di segala bidang,” pungkas Roy.

Penulis : Hendri | Editor : Servio M

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button