NEWS

Kapolda Kaget Terima Informasi Hanya 16 Media di Bangka Belitung yang Terverifikasi Dewan Pers

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Kepala Kepolisian Daerah (Polda) Kepulauan Bangka Belitung Inspektur Jenderal Yan Sultra Indrajaya melakukan kunjungan dan silahturahmi dengan pengurus dan anggota Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Pangkalpinang.

Dalam pertemuan tersebut, Ketua AJI Kota Pangkalpinang Barlyanto mengatakan saat ini sinergitas jurnalis Bangka Belitung dengan polri dari kacamata pihaknya cukup bagus dimana kasus konflik antara kedua belah pihak minim terjadi.

“Bangka Belitung berbeda dengan daerah lain. Intervensi terhadap pemberitaan tidak didominasi institusi polisi melainkan oleh pemerintah daerah. Cukup sering kita ketemu ada pihak pemerintah daerah yang sangat mengintervensi kerja dan hasil karya jurnalistik wartawan,” ujar Barlyanto, Rabu, 7 Desember 2021.

Tingginya intensitas informasi di media digital, kata Barlyanto, turut berpengaruh terhadap penyebaran berita bohong atau hoax. Organisasi AJI, kata dia, mempunyai program Cek Fakta yang membantu menelusuri kebenaran suatu informasi dalam upaya memberantas hoax.

“Kalau untuk media, berdasarkan hasil pendataan dan pengecekan kita di Dewan Pers tercatat hanya 16 media di Bangka Belitung yang sudah terverifikasi Dewan Pers. Untuk itu kita juga mengajak media yang belum terverifikasi dan wartawannya belum bersertifikasi untuk melaksanakan hal itu,” ujar dia.

Kapolda Bangka Belitung Inspektur Jenderal Yan Sultra Indrajaya terlihat kaget mendengar informasi baru 16 media yang terverifikasi Dewan Pers. Namun dia menegaskan bahwa polri maupun wartawan masing-masing mempunyai kode etik dalam menjalankan tugas.

“Semuanya ada rambu. Kita ada kode etik, begitu juga dengan wartawan. Namun media tetap merupakan mitra kami yang penting dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Tanpa media, nonsense kita bisa membangun Bangka Belitung,” ujar dia.

Yan menuturkan media massa merupakan representasi apa yang menjadi aspirasi masyarakat. Sehingga setiap informasi apapun harus bisa disampaikan ke masyarakat agar bisa diselesaikan.

“Kalau informasinya tersumbat, bagaimana mungkin permasalahan bisa clear. Kabid Humas jika ditanya tidak menjawab, bisa bingung juga masyarakat dan wartawan. Untuk itu saya minta Kabid Humas dan Kapolres harus merespon apa yang ditanyakan. Kalau pun belum jelas, sampaikan saja minta waktu agar informasi yang disampaikan sesuai,” ujar dia.

Penulis: Servio M | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button