BANGKA BARATNEWS

Gudang Kosong, Barang Hasil Penertiban Tambang Ilegal di Babar Tak Pernah Didata

Lensabangkabelitung.com, Muntok – Gudang penyimpanan barang hasil penertiban tambang liar milik Sat Pol-PP Bangka Barat diketahui dalam keadaan kosong. Kasat Pol-PP Bangka Barat, Sidarta Gautama mengatakan keadaan gudang yang kosong bukan berarti barang hasil penertiban yang telah lama disimpan tersebut hilang.

“Gudang itu kan berserakan, sebenarnya dia tidak penuh, tapi harus disusun supaya rapi. Jadi kemarin memang saya perintahkan supaya ditata, ada yg dipindahkan di sini, gudang sini, jadi ini mau dibersihkan Jumat ini, nanti disusun kembali,” kata Sidarta Gautama, Rabu, 1 Desember 2021.

Sidarta menjelaskan, sebenarnya alat-alat tambang liar hasil penertiban Sat Pol-PP tersebut memang diambil untuk diamankan sementara saja, bukan untuk disimpan dan dijadikan barang bukti. Sebagian barang hasil penertiban itu sudah ada yang diambil oleh pemiliknya dengan syarat membuat surat pernyataan tertulis dan bermaterai untuk tidak kembali mengulangi.

“Isinya alat-alat lah, tapi dia tidak ada alat yang lengkap sih, sebagian alat itu emang yang ditinggalkan orang, pada saat kita penertiban itu, alat-alat tambang yang ditinggalkan, orangnya kan lari,” katanya.

“Tidak tahu berapa total jumlah alat yang diamankan, sebab alat itu sudah lama, sebelum saya jadi kasat saja sudah ada terisi, tidak pernah dicatat pula,” katanya menambahkan.

Sidarta menyebutkan, kapasitas gudang memang belum penuh, hanya saja kalau tidak tertata maka akan terlihat berantakan. Tidak hanya demikian, ia juga mengaku bingung apakah alat-alat tersebut mau dimusnahkan atau tidak sebab tidak pernah dilakukan pendataan.

“Kita bingung kalau mau dimusnahkan atau tidak, karena posisi tidak terdata, sebetulnya itu kalau kita amankan orangnya datang, ini nih barang orang yang tidak datang-datang, karena memang bukan untuk kita simpan, untuk memancing pemilik datang, supaya bisa bikin surat pernyataan di atas materai, bukan barang bukti sitaan, karena kalau sitaan kita ambilnya harus pake berita acara,” demikian Sidarta Gautama.

Penulis: Sepri | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button