LENSA KRIMINALNEWS

Diam-diam, Roni Kolektor Timah Ilegal Bangka Barat Dapat Penangguhan Penahanan

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Kolektor timah ilegal Bangka Barat, Roni, yang menjadi tersangka kasus pelanggaran Undang-undang Mineral dan Batubara (Minerba) ternyata mendapat penangguhan penahanan dari penyidik.

Sebelumnya anggota Ditpolairud Polda Bangka Belitung mendapatkan Roni membawa 17 karung pasir timah yang diduga ilegal dengan menggunakan satu unit mobil pikap berwarna hitam dengan nomor polisi BN 8620 TB di Kawasan Sungai Semusuk Dusun III Padang Temu Desa Belo Laut, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat pada Rabu, 8 Desember 2021 lalu.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Humas Polda Bangka Belitung Komisaris Besar A Maladi membenarkan jika status penahanan tersangka Roni sudah ditangguhkan.

“Permohonan penangguhan yang disampaikan disetujui penyidik,” ujar Maladi kepada wartawan, Kamis, 23 Desember 2021.

Maladi menuturkan usulan permohonan penangguhan penahanan disampaikan oleh pihak keluarga tersangka.

“Dikabulkan penyidik dengan alasan selama proses yang dilakukan tersangka kooperatif,” ujar dia.

Kasubdit Penegakan Hukum Gakkum Ditpolairud Polda Bangka Belitung Ajun Komisaris Besar Toni Sarjaka kemarin mengatakan pihaknya pihaknya masih menangani perkara tersebut.

“Kita sudah melakukan pemeriksaan dan melakukan gelar perkara. Hasilnya kita menetapkan satu orang tersangka inisial RO dan dilakukan penahanan,” ujar dia.

Terkait penangguhan penahanan tersangka yang ditanyakan wartawan, Toni tidak mau berkomentar banyak.

“Kalau itu kebijakan pimpinan. Silahkan saja ke pimpinan. Kalau di kita kasus tersebut masih kita tangani,” ujar dia

Dikatakan Toni, barang bukti sudah dilakukan uji laboratorium dan dititipkan ke Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan).

“Kita juga akan meminta keterangan saksi ahli dari kementerian. Penyidikan terus kita tangani yang berarti prosesnya lanjut. Sekarang kita sedang menunggu hasil dari ahli,” ujar dia.

Penulis: Servio M | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button