BANGKA BARATLENSA DAERAHNEWS

BKPSDM Babar Sebut Akan Salah Jika Tidak Lantik CPNS Tersangka Pemalsu Rapid Test

Lensabangkabelitung.com, Muntok- Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bangka Barat, Antoni Pasaribu menyebutkan secara teknis akan salah jika tidak melakukan pelantikan terhadap HP dan RJ, dua CPNS tersangka pemalsu surat hasil rapid test menjadi PNS pada hari ini.

Antoni Pasaribu menjelaskan, hal itu dikarenakan belum ada keputusan hukum inkrah dari pengadilan terkait kasus dugaan pemalsuan surat hasil rapid tes tersebut, sedangkan kedua tersangka itu sudah menjalani satu tahun masa kerja sebagai CPNS, maka berhak untuk dilantik menjadi PNS.

“Karena belum ada (keputusan hukum) inkrah, sidang saja belum, kalau kita tidak lantik dia (HP dan RJ) lebih dari satu tahun, kita yang salah,” kata Antoni, Kamis, 23 Desember 2021.

“Kalau menurut peraturan badan kepegawaian negara, nomor 14 tahun 2018 tentang petunjuk teknis pengadaan pegawai negeri sipil poin tujuh romawi tentang pengangkatan pegawai negeri sipil dan pengambilan sumpah janji pegawai negeri sipil, pengangkatan itu mereka harus mengikuti pelatihan dan pendidikan dasar. Sudah diikuti semua. Yang kedua sehat jasmani rohani, itu diangkat dan dia sudah CPNS selama satu tahun. Nah mereka sudah melaksanakan semua,” ujarnya melanjutkan.

Kemudian, Antoni juga menjelaskan mengenai pemberhentian, bahwa bisa diberhentikan apabila yang bersangkutan mengundurkan diri atas permintaan sendiri, meninggal dunia atau dihukum penjara sesuai dengan keputusan pengadilan yang sudah inkrah.

“PNS saja yang sudah dikurung penjara, biasanya kan dikembalikan lagi, ada kan banyak PNS penipuan segalanya macem, kemudian dia dikembalikan lagi statusnya pegawai negeri. Belum tentu dipecat, kalau dia dipenjara lima tahun ke atas mungkin itu bisa saja terjadi,” demikian Antoni Pasaribu.

Penulis: Sepri | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button