NEWS

Ajukan Banding, Kuasa Hukum Pulomas Anggap Kemenangan yang Tertunda

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Majelis hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Pangkalpinang menjatuhkan putusan menolak, pada perkara gugatan yang diajukan PT Pulomas Sentosa terhadap Gubernur Kepulauan Bangka Belitung. Atas putusan itu, PT Pulomas Sentosa melalui kuasa hukumnya akan melakukan banding.

Putusan perkara bernomor 11/G/LH/2021/PTUN.PGP antara PT Pulomas Sentosa sebagai Penggugat dan Gubernur kepulauan Bangka Belitung sebagai Tergugat I serta Kepala DPMPTSP Provinsi Bangka Belitung sebagai Tergugat II, diputuskan pada Kamis, 30 Desember 2021.

Dalam amar putusannya, yang disampaikan melalui e-court, majelis hakim menolak permohonan penundaan pelaksanaan objek sengketa I dan objek sengketa II yang diajukan oleh PT Pulomas Sentosa selaku Penggugat. Selain itu, majelis hakim yang diketuai Syofyan Iskandar juga menyatakan eksepsi Tergugat I dan Tergugat II tidak diterima.

Di pokok sengketa, majelis hakim menolak gugatan penggugat untuk seluruhnya dan menghukum penggugat untuk membayar biaya perkara sebesar Rp3.286.000.

Menanggapi putusan itu, PT Pulomas Sentosa melalui kuasa hukumnya Adystia Sunggara menghormati putusan majelis hakim. Meski demikian, dia mengatakan putusan pengadilan tidak berdasarkan hukum dan sangat bertentangan dengan bukti-bukti di persidangan.

Menurut Adystia, majelis hakim tidak mempertimbangkan pendapat ahli, tidak mempertimbangkan ketentuan kewenangan dan tidak mempertimbangkan proses pencabutan yang sesuai dengan ketentuan.

“Hari ini putusan yang pada amarnya eksepsi Tergugat I dan II ditolak serta gugatan penggugat ditolak. Itu amar PTUN-nya setelah kami melihat pertimbangan hukum dalam putusan bagi kami ini kemenangan yang tertunda. Banyak hal yang tidak dipertimbangkan oleh majelis hakim dan kekeliruan pertimbangan hakim, yang sangat kami sesali terlihat majelis tidak objektif dan putusan hanya memaksakan untuk suatu hal yang keliru berdasarkan hukum,” ucap Adystia Sunggara, Kamis, 30 Desember 2021.

Sebagai upaya hukum atas putusan yang telah dijatuhkan, Adystia mengatakan sudah mempersiapkan banding ke Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) Medan untuk mempersoalkan pertimbangan yang keliru, tidak lengkap serta kekeliruan penerapan hukum dan tidak dipertimbangkan dengan cermat asas asas pemerintahan umum yang baik, sebagaimana dalam UU No 30 Tahun 2014.

“Yang paling konyol lagi adalah objek sengketa diberikan ke klien kami sudah melanggar waktu yang ditentukan UU, adanya cacat prosedur tanggal tidak sinkron dan lain-lain, yang harusnya objek sengketa dibatalkan tidak dipertimbangkan, tidak terpenuhi syarat pasal 7 dalam penerbitan objek sengketa tidak juga dibahas. Namun kami hargai batas keilmuan dan pengetahuan serta kemampuan hakim yang menangani perkara ini,” ungkap Adystia.

Dengan mengajukan banding, Adystia Sunggara menganggap putusan yang telah dijatuhkan, hanya diibaratkan sebagai kemenangan yang tertunda. Upaya hukum masih panjang hingga putusan benar-benar mempunyai kekuatan hukum tetap.

“Pihak-pihak yang menyaksikan dan mengikuti proses persidangan ini bisa menilai sendiri, karenanya kami menyatakan sikap banding agar diuji atas putusan yang keliru tersebut. Putusan ini belum inkrah/berkekuatan hukum tetap. Proses masih panjang tetap akan kami ajukan upaya hukum sampai putusan itu berdasarkan hukum. Tentunya diberikan hak kepada semua untuk upaya hukum berjenjang sampai tingkat Mahkamah Agung RI bahkan upaya hukum luar biasa peninjauan kembali,” tutur Adystia Sunggara, lebih lanjut.

Perkara gugatan di PTUN ini, bermula dari terbitnya Surat Keputusan Gubernur Bangka Belitung Nomor 188.44/720/DLHK/2021 tentang pemberian sanksi administratif berupa pencabutan izin berusaha kepada PT Pulomas Sentosa tertanggal 3 Agustus 2021 dan Keputusan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) nomor 188.4/01/LHK/DPMPTSP/2021 tertanggal 23 Agustus 2021 tentang pencabutan Keputusan Kepala DPMPTSP nomor 188.4/131/LH/DPMPTSP/2017 tentang pemberian izin lingkungan kegiatan normalisasi alur, muara dan kolam Pelabuhan Perikanan Nusantara di Kabupaten Bangka oleh PT Pulomas Sentosa.

Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button