NEWS

Agar Uang Usaha dan Pribadi Tak Bercampur, UMKM Perlu Didampingi

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Kucuran dana bagi perkembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) terbilang mudah didapat. Hal ini seiring dengan banyaknya lembaga pembiayaan maupun guliran bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) yang hadir membantu.

Meski demikian, di tengah mudahnya akses pendanaan didapat oleh UMKM, ternyata beberapa penerimanya tak maju usahanya. Setelah ditelaah, ternyata karena debitur tak cakap dalam mengelola dana yang diterima.

“Sering kali terjadi, debitur UMKM itu dalam pengelolaan keuangan mencampuradukkan antara uang usaha dengan uang pribadi,” ujar Kepala Divisi pada Pusat Investasi Pemerintah (PIP) Yulianto, Jumat, 10 Desember 2021.

Yulianto yang berbicara di talk show “Alternatif
Sumber Pembiayaan untuk UMKM di Masa Pandemi”, yang dihadirkan Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Bangka Belitung di Alun-alun Taman Merdeka, Pangkalpinang, itu lebih lanjut mengatakan selain keuangan UMKM tercampur, usaha yang ditekuni pelaku UMKM juga sering kali berganti.

“Karena itu UMKM itu perlu didampingi. Mereka juga butuh pinjaman yang tepat sesuai dengan usaha,” ujar dia.

Selain itu, pendampingan oleh kreditur kepada debitur UMKM ini menjadi sangat penting, untuk mencegah UMKM terjebak pada akses pinjaman ilegal maupun rentenir.

Lebih lanjut, Yulianto mengatakan Pusat Investasi Pemerintah hadir untuk membantu UMKM yang tak bisa mengakses perbankan.

Dari sekian banyak UMKM yang ada di Bangka Belitung, dia mengatakan saluran pembiayaan Ultra Mikro atau UMi di provinsi ini baru mencapai sebelas ribu debitur, dengan total dana sebesar Rp 33 miliar.

“Potensi penyaluran UMi masih sangat potensial sekali. Masih bisa bersinergi untuk membantu usaha-usaha mikro di sini,” tuturnya.

Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button