BANGKA TENGAHLENSA DAERAHLENSA EKONOMILENSA NASIONALLENSA POLITIKNEWS

DPRD Bateng Datangi Pengembang Pulau Ketawai

Lensabangkabelitung — Ketua DPRD Bangka Tengah (Bateng), Mehoa bertemu dengan perwakilan PT Ketawai Indah Resort pada Rabu (24/11/2021) di Hotel Lumire Jakarta, guna mempertanyakan kelanjutan pengembangan Pulau Ketawai yang tidak ada progres sejak dokumen perjanjian sewa ditandatangani enam tahun yang lalu.

Sebelumnya diketahui, Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah telah melakukan perjanjian sewa dengan PT Ketawai Indah Resort tentang sewa tanah diatas pulau Ketawai untuk kegiatan pengembangan pembangunan pariwisata.

Berdasarkan data yang dihimpun media ini, tanah di atas Pulau Ketawai seluas 194.723 m² dengan sertifikat hak pengelolaan Nomor 1/Bangka Tengah dengan kode barang 01.01.11.04.09 tersebut disewakan kepada PT Ketawai Indah Resort untuk kegiatan pengembangan pembangunan pariwisata selama 30 tahun sesuai dengan perjanjian kerjasama nomor 593.1/1566/DPPKAD/2015 dan Nomor 001/PS.VI/SO-BGK/2015 tanggal 24 Juni 2015 sebagaimana telah dilakukan adendum dengan perjanjian kerjasama momor 593.1/27/DPPKAD/2015 dan nomor 002/PS.VII/SO-BGK/2015 tanggal 31 Juli 2015. Besaran biaya sewa yang disepakati antara Pemkab Bangka Tengah dengan PT Ketawai Indah Resort sebesar Rp1.932.138.960, dan telah dilakukan dua kali pembayaran ke kas daerah Bangka Tengah yakni sebesar Rp 322.023.160 pada tanggal 22 Juni 2015 dan Rp 1.610.115.800 pada tanggal 29 Juli 2015.

Namun sudah enam tahun berjalan sejak perjanjian sewa itu disahkan, masih belum terlihat geliat pembangunan fasilitas pariwisata serta belum ada dampak ekonomi dari pengembangan pariwisata di pulau yang tak jauh dari Desa Kurau tersebut.

Ketua DPRD Bangka Tengah, Mehoa mengatakan, ia ingin mempertanyakan secara langsung perihal belum adanya geliat pembangunan di pulau Ketawai padahal sudah berjalan enam tahun sejak perjanjian sewa disahkan.

“Sudah enam tahun sejak perjanjian itu, namun tidak ada yang berubah dengan Pulau Ketawai, tidak ada pengembangan apapun. Hal ini sangat kami sayangkan,”ujar Mehoa, Kamis (25/7/2021).

Menurut politisi PDI Perjuangan itu, seharusnya dari hasil kerja sama dengan PT Ketawai Indah Resort tersebut, ada geliat pembangunan di Pulau Ketawai sehingga berdampak meningkatnya geliat ekonomi terutama sektor pariwisata dan UMKM.

“Kemarin kita sudah bertemu dengan Bapak Dito yang mewakili Bapak Steven selaku pihak ke-2 yang menandatangani perjanjian sewa. Kita mempertanyakan dan mendengar langsung komitmen mereka terkait pengembangan Pulau Ketawai yang tertuang di dalam surat perjanjian,” ucap Mehoa.

Dalam pertemuan tersebut, Srikandi PDI Perjuangan itu mengkritisi kinerja PT Ketawai Indah Resort selaku penyewa karena sudah menelantarkan Pulau Ketawai tanpa adanya pembangunan apapun.

“Jelas pemerintah daerah dirugikan, lihat keadaan sekarang tulisan ketawai uda pada copot semua dan dibiarkan begitu saja, sedangkan Pemda tidak bisa memperbaiki menggunakan APBD karena sudah domainnya pengembang yakni PT Ketawai Indah Resort,” terangnya.

Dikatakan Mehoa, potensi wisata sebagai penggerak ekonomi jadi tidak berjalan karena tidak adanya pengembangan.

“Perwakilan pengembang minta maaf dan berjanji akan segera bergerak bulan depan saat menyambut hari Natal dan Tahun Baru. Kita minta mereka membenahi fasilitas khusus dan umum di Pulau Ketawai,” terangnya.

Untuk sisi pertanggungjawaban eksekutif, Mehoa menegaskan akan meminta Pemda segera merevisi perjanjian, dan memerintahkan pengembang untuk kembali menyampaikan rencana pembangunan beserta waktunya.

“Kami minta eksekutif kawal terus masalah ini, kita lihat apakah pengembang melakukan pembangunan sesuai dengan komitmen mereka dalam surat perjanjian sewa,” tegas Mehoa.

Diketahui, Kondisi terbaru Pulau Ketawai sangat memprihatinkan, seperti diantaranya tulisan ketawai yang copot, jembatan tambatan perahu roboh, air bersih kurang, fasilitas penunjang kurang, serta tidak adanya tempat ibadah.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut anggota DPRD Maryam sekaligus Ketua Bapemperda, Sekretaris Dewan, dan Asisten Bupati Bidang Perekonomian dan Pembangunan.

Penulis : Hendri | Editor : Servio M

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button