NEWS

Data Polri Diretas, Ratusan Pelanggaran Anggota Polisi di Babel Tersebar

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Hacker asal Brazil telah meretas data yang diduga milik Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) pada Kamis, 18 November 2021.

Sebanyak 28 ribu data diduga milik Polri itu bocor dan disebar gratis oleh salah satu warganet di Twitter. Terdapat dua data yang disebarkan berukuran 10,27 MB dan satu link untuk mengakses data tersebut. Satu data berisi informasi identitas 28 ribu personel Polri dan data lainnya memuat pelanggaran di kepolisian.

Kebocoran data tersebut meliputi data pribadi, nomor register pokok, pangkat, satuan kerja, jabatan, alamat tempat tinggal, e-mail, nomor telepon dan bahkan terdapat data kasus pelanggaran anggota kepolisian. Mulai data putusan, rehab putusan sidang, jenis pelanggaran, keterangan rehab, hukuman selesai, hingga identitas propam.

Saat tim Lensabangkabelitung.com melihat data tersebut, terdapat 350 nama yang berasal dari satuan Polda Bangka Belitung, 100 nama dari Polres Pangkalpinang, 70 nama dari Polres Bangka Barat, 23 nama dari Polres Bangka, 52 nama dari Polres Bangka Tengah, 57 nama dari Polres Basel, 46 nama dari Polres Belitung, dan 23 nama dari Polres Belitung Timur.

Hal tersebut terlihat dari isi pesan yang diunggah peretas melalui situs Ghostbin. Peretas mengungkapkan, banyak orang Indonesia telah menghubunginya dan bercerita soal situasi kehidupan mereka di Indonesia, maka dari itu dia memutuskan untuk meretas basis data Polri.

”Saya melakukan ini karena saya tidak mendukung pemerintah dan bagaimana mereka memperlakukan rakyat sendiri,” tulis Son1x di website Ghostbin.

Selain meretas data, Son1x dalam websitenya malah mengajak orang lain untuk menggunakan data yang bersifat rahasia itu, untuk melakukan apapun yang diinginkan.

“Jangan ragu untuk melakukan apa pun yang Anda inginkan dengan informasi mereka, mungkin mengirim do ke rumah mereka idk, gunakan kreativitas Anda hahaha xD,” tulis dia.

Hingga Jumat malam, 19 November 2021 website yang berisikan 28 ribu personel polisi itu masih dapat diakses oleh khalayak umum, dan Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri tengah mengusut dugaan peretasan data Polri yang dilakukan hacker atau peretas asal Brazil itu.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Babel Kombes Maladi, ketika dihubungi Lensabangkabelitung.com belum menjawab panggilan telepon seluler yang dilayangkan ke nomor selulernya pada Jumat malam, pukul 19.51 WIB. Pesan WhatsApp tentang konfirmasi hal ini, juga belum dibaca saat berita ini dimuat.

Adapun Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri tengah mendalami dugaan pembobolan data yang diduga anggota Polri oleh peretas asal Brazil itu.

“Sedang ditangani oleh Dittipidsiber Bareskrim. Nanti kalau sudah ada updatenya diinfokan,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo dalam konfirmasinya, yang dikutip dari CNNIndonesia.

Penulis: Louis | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button