BANGKA TENGAHNEWS

Curhat Ibu-ibu Desa Terak: Kami Mau Cari Makan, Jangan Diuber-uber Petugas

Lensabangkabelitung.com, Bangka Tengah – Momen pertemuan dengan wakil rakyat, sering menjadi ajang curhatan ataupun aduan rakyat kepada anggota legislatif. Tak peduli apapun topik dan bahasan acaranya, yang terpenting unek-unek di kepala bisa tersampaikan kepada wakil rakyat.

Kira-kira, demikianlah gambaran situasi yang terjadi pada Sabtu sore, 27 November 2021 pada pertemuan Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Haryanto dengan warga Desa Terak, Bangka Tengah.

Sore itu, Haryanto sedang melaksanakan tugas legislatifnya, untuk menyosialisasikan Perda Nomor 4 Tahun 2019, Tentang Penyelenggaraan Ketenagakerjaan. Kehadirannya di Desa Terak, didampingi Kepala Dinas Tenaga Kerja Babel, Elfiyena.

Warga, yang tak ingin menyia-nyiakan kesempatan bertemu Anggota DPRD Babel segera mengajukan bertanyaan. Salah satunya, seorang ibu rumah tangga, tampak mengacungkan telunjuk, tanda dia ingin bicara. Mikrofon pun segera diraih ibu yang memperkenalkan dirinya bernama Ema. Dengan nada setengah memelas, ibu rumah tangga yang ternyata menekuni pekerjaan kasar khas laki-laki, itu mengeluhkan lahan TI atau tambang inkonvensional skala kecil alias tambang upin-ipin atau tungau, diobrak-abrik. Baru buka sebentar, lalu diuber-uber petugas.

Dia sebenarnya tahu, kalau lokasinya mengais rezeki, berada di kaki Gunung Mangkol yang berstatus taman hutan raya. Tapi, dari kerja ngelimbang itu, dia merasa telah menjadi sumber ‘periuk nasi’ bagi dia dan beberapa warga sekitar. Terlebih di saat kondisi pandemi saat ini.

“Kami minta itu TI tolong sampaikan jangan ditutup. Jangan kami diuber-uber, kami cuma mau cari makan,” ujar Ema.

Kepada Anggota DPRD Babel, Ema juga bercerita, dengan menekuni bekerja ngelimbang, hasil yang didapat bisa tiap hari, tak butuh lama menunggu. Berbeda dengan kerja kebun yang butuh waktu lama.

“Kalau kami ngelimbang, hari itu ngelimbang, hari itu juga dapat duitnya. Untuk kami makan, Pak. Jangan kami ini diuber-uber terus oleh petugas, kami minta tolong diizinkan,” tutur dia.

Pernyataan Ema, dikuatkan oleh Kepala Desa Terak, Haryono yang menegaskan, kalau tambang inkonvensional di situ telah habis, dan warga ngelimbang hanya di pinggir-pinggir kawasan hutan Mangkol tersebut.

“Harapan kami, tolong Dinas Kehutanan Bangka Belitung, BPKH, LH Bangka Tengah, dan dinas-dinas terkait yang mungkin ada hubungannya dengan kawasan itu. Mungkin adik-adik, kawan-kawan pernah juga bicara, bagaimana masyarakat bisa hidup dari dalam itu dan bisa berbuat untuk melangsungkan hidupnya. Yang tentunya tidak diuber-uber petugas,” tuturnya.

Mendapat curhatan dari warga, meski di luar topik bahasan sore itu, Anggota DPRD Babel Haryanto tetap merespon. Dia pun menampung aspirasi itu untuk kemudian ditindaklanjuti.

“Terkait kegiatan usaha yang berada di kawasan, baik pertambangan dan pertanian, kami akan berkolaborasi dengan dinas-dinas terkait dan pemerintahan setempat,” tutur Haryanto.

Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button