ARTIKELOPINI

Bersama dalam Transisi, Ciptakan Transformasi Pembelajaran yang Menyenangkan

Oleh: Nina Novita Sari, S.Pd (Guru SMA Negeri 1 Pemali)

PANDEMI telah berlangsung selama dua tahun dan hingga saat ini belum dapat dipastikan kapan akan berakhir. Pandemi telah melumpuhkan aktivitas manusia. Hampir di seluruh sektor yang ada di negeri ini terhenti karna mengalami dampak yang signifikan.

Salah satu sektor yang paling banyak mengalami dampak adalah dunia pendidikan. Dunia pendidikan menjadi satu sektor yang paling terpukul akibat pandemi. Di dalam dunia pendidikan, pandemi kian menambah persoalan yang ada menjadi lebih kompleks. Saat pandemi para guru sudah harus bekerja keras untuk memberikan layanan pendidikan ekstra dan terbaik terbaik melalui model pembelajaran dan metode pengajaran yang interaktif serta menyenangkan.

Pemberlakuan pembelajaran jarak jauh atau yang akrab dengan sebutan PJJ memaksa pendidik untuk bekerja lebih keras untuk beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan model pengajaran yang tepat serta efektif. Tujuan dari itu semua adalah agar denyut proses pendidikan tidak berhenti dan berdampak semakin meluas.

PJJ dipilih sebagai suatu pilihan yang rasional untuk diberlakukan. Salah satu hal positif yang diambil dan dirasakan selama PJJ adalah guru dan siswa dipaksa untuk akrab dengan teknologi dan dunia digital.
Awal bulan Oktober tahun 2021, pendidikan di Indonesia mulai memberlakukan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) di beberapa daerah. PTMT diberlakukan sebagai uji coba kesiapan peserta didik, guru, dan perangkat lainnya dalam menanggulangi penyebaran virus covid-19.

Fokus awal dari PTMT ini adalah membiasakan kembali peserta didik untuk bersekolah. Kegiatan PTMT selain membiasakan siswa juga dapat dimanfaatkan oleh guru untuk membangun kedekatan dengan siswa. Peralihan PJJ ke PTMT saat ini menimbulkan keterkejutan dari kebiasaan yang selama ini telah dijalani dengan model pembelajaran PJJ yang santai dan fleksibel. Pemberlakuan PTMT ini, peserta didik dituntut untuk beradaptasi dengan kebiasaan baru guna menyesuaikan kembali dengan suasana belajar di kelas.

Peralihan PJJ ke PTMT membuat peserta didik kurang bergairah, hal ini sangat terlihat ketika awal PTMT diberlakukan, peserta didik menunjukkan ketidakfokusan dalam belajar. Saat pembelajaran di mulai, banyak peserta didik yang terlihat mengantuk, melamun dan sering memperhatikan ke arah jam dinding.

Ketika pembelajaran interaktif tanya jawab, banyak peserta didik belum menunjukkan tanda seriusan untuk menjawab dan menyampaikan argumen yang optimal. Peserta didik saat ini perlahan-lahan mulai menampakkan kejenuhan setelah hampir memasuki penilaian akhir semester, hal tersebut dapat dilihat dari tingkat kepedulian siswa semakin menurun. Kondisi ini menimbulkan keresahan para pendidik karena sedikit banyak akan berdampak pada pola pikir peserta didik. Bahkan seiring berjalannya waktu mulai ada fenomena lost learning, di mana siswa mulai kehilangan kemampuannya untuk belajar.

Dari berbagai keluh kesah dan permasalahan yang terjadi di lapangan, para guru hendaknya memikirkan terobosan apa yang dapat dilakukan untuk mengatasi kebosanan dan kejenuhan. Guru harus membuat inovasi baru untuk mengatasi keresahan selama peralihan PJJ ke PTMT.

Inovasi pembelajaran merupakan sesuatu yang penting dan harus dimiliki dan dilakukan oleh guru. Hal ini ditujukan agar pembelajaran yang kian terasa bosan akan menjadi lebih hidup dan bermakna. Kemauan Guru dituntut untuk melakukan inovasi karena dalam hal ini, guru mempunyai peran utama sebagai motor penggerak.

Guru dapat membuat inovasi dengan melihat moda yang digunakan. Inovasi pembelajaran ini dipandang paling penting untuk mencapai tujuan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran yang efisien, aktif, dan efektif. Ide, gagasan, tindakan yang dianggap baru dalam bidang tertentu, untuk memecahkan masalah yang muncul. Untuk mengatasi masalah yang terjadi saat ini, guru harus mencoba menemukan, menggali dan mencari berbagai terobosan, pendekatan, metode dan strategi pembelajaran merupakan salah satu penunjang akan munculnya berbagai inovasi-inovasi baru.

Untuk memunculkan motivasi baru dan menghilangkan rasa bosan serta kejenuhan pada siswa di masa penerapan peralihan PJJ ke PTMT, guru dapat menerapkan inovasi baru pada PTMT dengan memberi jeda antara penyampaian materi dengan memberikan waktu luang untuk siswa seperti ngobrol-ngobrol santai, bermain game edukasi, tebak-tebakan. Beberapa aplikasi game edukatif yang dapat dimanfaatkan adalah aplikasi game learning seperti quizziz, Kahoot, dan educandy.

Kemauan guru untuk mencoba menemukan, menggali dan mencari berbagai terobosan, pendekatan, metode dan strategi pembelajaran merupakan salah satu penunjang akan munculnya berbagai inovasi-inovasi baru yang segar dan mencerahkan. Guru diharapkan dapat mengembangkan potensi yang dimilikinya secara optimal untuk membangun suasana belajar yang bermakna dan menyenangkan.

Aplikasi game ini dipandang mampu memberikan motivasi dan kreativitas karena dalam game edukasi ini mengandung narasi berkualitas yang secara tidak langsung akan mengasah daya kreativitas dan imajinasi pemain atau siswa. Game edukasi, juga menjadi media pembelajaran yang bersifat mendidik, sekaligus mendorong peserta untuk berpikir kreatif sambil bermain.

Salah satu contoh penerapan dari gamifikasi dalam dunia pendidikan adalah Kahoot! Platform ini memungkinkan guru dan murid terhubung dalam pembelajaran jarak jauh lewat media dan metode belajar yang seru dan tidak biasa. Kahoot! memungkinkan murid belajar layaknya sedang bermain. Melalui permainan aplikasi game learning ini diharapkan dapat memberikan motivasi kepada siswa agar lebih giat dan senang belajar. Yang tak kalah penting adalah pada saat proses pembelajaran dengan memberlakukan PTMT mengharuskan terciptanya kolaborasi antara orang tua dengan siswa, orang tua dengan guru, siswa dengan guru.

Di sinilah perlunya keseimbangan peran antara orang tua, guru dan siswa. Keseimbangan kolaborasi antara ketiga pihak tersebut dilakukan dengan tujuan agar pembelajaran tetap diterima oleh siswa. Tanpa adanya kolaborasi antara ketiga pihak tersebut tak akan pernah tercipta tujuan pembelajaran yang diinginkan dan ketercapaian prestasi belajar tidak akan mungkin terwujud. Mari semangat memulihkan dunia pendidikan. Bersama kita bisa menciptakan dan mencetak prestasi unggul di masa transisi pembelajaran. (*)

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button