NEWS

AOK Satu Kata untuk Mengiyakan: Slogan Milik Bayu yang Dicomot Erzaldi

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Memori Bayu Hardiyanto, sejenak kembali ke awal 2013 lalu, ketika berbincang dengan Lensabangkabelitung.com pada Selasa siang, 30 November 2021. Otaknya mengingat beberapa hal terkait desain dan slogan yang diciptakannya. Tak cukup hanya mengingat, beberapa bukti jejak digital disodorkan pemuda yang memiliki bakat desain komunikasi visual dan dipertajamnya melalui pendidikan formal.

Semua bermula, ketika Bayu yang di 2013 lalu masih menjadi mahasiswa, mencoret-coret kertas dan jadilah sebuah slogan, satu kesatuan. Slogan itu pun lalu dirapikannya di komputer. Tulisan lengkap slogannya berbunyi: AOK, Satu Kata untuk Mengiyakan.

“Khusus huruf AOK-nya itu, diinspirasi dari tulisan sponsornya jersey Manchester United saat itu, AON. Saya tambahin kalimat ‘Satu Kata untuk Mengiyakan’ di barisan bawahnya. Itu lalu menjadi utuh satu kesatuan slogan,” tutur Bayu.

Lantas, di awal 2013 itu, slogan tersebut dicetaknya menjadi stiker dan kaos untuk dijual. Gayung pun bersambut. Beberapa teman, lalu hadir membeli. Laris manis. Kaosnya banyak dipakai teman-temannya di Bangka.

Lalu, kata Bayu, masih di tahun 2013 itu, ada seseorang yang menghubunginya dan diminta untuk hadir ke rumahnya di Jalan Soekarno-Hatta Pangkalpinang, sekitar bandara lama, tak jauh dari gapura perbatasan.

“Ketika itu, ternyata beliau tertarik dengan kaos slogan bikinan saya yang ‘AOK Satu Kata untuk Mengiyakan’, itu. Dia pun memesan,” tutur Bayu.

Atas orderan yang sekitar puluhan kaos itu, Bayu pun segera menyanggupi dan memproduksi. Tak lama, kaos itu pun segera diantarkan. “Saat pemesanan itu, saya baru tahu, kalau beliau itu Pak Erzaldi, saat itu Bupati Bangka Tengah,” ujar Bayu, mengenang momen tahun 2013 lalu itu.

Namun, beberapa bulan setelahnya, Bayu lantas menemukan fakta yang diakuinya cukup membuat terkejut.

“Saya terkejut. Karena pas acara STQ di Bangka Tengah sekitar Agustus 2013, itu ternyata slogan ‘AOK Satu Kata untuk Mengiyakan’ dibuat kaos versi lengan panjang, yang entah di mana itu diproduksi atau digandakan. Saya tidak tahu. Itu dibagikan semacam oleh-oleh di dalam goody-bag bagi para peserta STQ dari berbagai daerah,” tutur Bayu.

Mendapati kenyataan demikian, Bayu pun lantas menanyakan langsung. “Saya kan saat itu bertabayyun, nanya langsung. Kok ada slogan saya ditiru, digandakan. Tapi saat itu saya malah dijawab, ‘Memangnya itu sudah kamu HAKI-kan?’. Saya dalam hati mikir, kok gini amat memperlakukan karya kreatif orang,” ujar dia.

Kepada Lensabangbelitung.com, untuk mempertegas kalau slogan utuh ‘AOK Satu Kata Untuk Mengiyakan’ adalah miliknya, Bayu pun memperlihatkan jejak digital yang ada di media sosial. Dia menunjukkan sebuah foto lawas yang dimuat di Instagram rekannya, berupa foto kaos warna hitam, tertanggal 3 April 2013. Juga, sebuah unggahan Bayu di Twitter tertanggal 25 Agustus 2013, berisi gambar kaos warna merah asli desainnya. Di situ, dia menyentil soal slogannya yang digandakan. “Bajunya dibikin seri lengan panjang terus di belakangnya dikasih tulisan STQ,” demikian tulis Bayu kala menyentil desainnya yang digandakan itu.

Jejak digital twit Bayu Hardiyanto kala memprotes desainnya digunakan saat STQ. Ditulisnya pada 25 Agustus 2013.

Waktu terus berjalan, sekian tahun segera berlalu. Ingatan Bayu kembali terbangkitkan, ketika akhir-akhir ini, dia mendapati slogan ‘AOK Satu Kata untuk Mengiyakan’ dijadikan watermark sebagai penanda di hampir tiap foto dan video yang dibagikan akun Erzaldi Rosman di media sosial. Pun begitu, di situs resmi Pemprov Babel, juga mencantumkan watermark serupa. “Kok bisa main comot, asalnya slogan itu tentu beliau tahu,” ujar Bayu.

Sementara, Gubernur Babel Erzaldi Rosman ketika dihubungi untuk dimintakan tanggapannya tentang slogan tersebut, belum memberi jawaban. Konfirmasi yang diajukan lewat nomor kontak WhatsApp-nya pada Selasa sore pukul 15.40 WIB hingga berita ini dimuat pukul 19.10 WIB, masih belum berbalas.

Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button