BANGKA SELATANLENSA DAERAHLENSA KRIMINALNEWS

Putuskan Restorasi Justice, Kejari Basel Setop Proses Hukum Perkara Ini

Lensabangkabelitung.com, Toboali – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bangka Selatan merestoratif justice perkara pencurian dengan inisial tersangka AHM (24 tahun) yang disangkakan dengan pasal 362 KUHP.

Kepala Kejari Bangka Selatan, Mayasari melalui Kasi Pidum, Denny mengatakan, perkara tersebut bisa di restoratif justice (RJ) setelah Jaksa Agung mengeluarkan peraturan nomor 15 tahun 2020 tentang penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif pertanggal 21 Juli 2020.

“Kami bisa merestoratif justice (RJ) penghentian penuntutan di luar persidangan dengan syarat-syarat sebagaimana diatur dalam peraturan tersebut salah satunya tersangka baru pertama kali melakukan tindak pidana,” kata Denny didampingi Kasi Barang Bukti, Oslan Pardede kepada wartawan, Senin 18 Oktober 2021.

Selain itu, kata Denyy, restoratif justice bisa dilakukan setelah adanya kesepakatan atau perdamaian antara dua belah pihak yakni pelaku dan korban, kemudian ancamannya di bawah 5 tahun dan kerugian dibawah Rp 2,5 juta.

“Untuk di Kejari Bangka Selatan baru satu perkara yang di Restoratif Justice yakni perkara pencurian dengan inisial tersangka AHM (24 tahun),” ujar dia.

Ia menuturkan, kronologis pencurian dimana tersangka mencuri satu unit handphone merk Oppo A35 seharga Rp 2,4 juta. Kemudian korban melaporkan kejadian tersebut ke kepolisian dan setelah berkas perkara dinyatakan lengkap (P21) dilimpahkan ke Kejari.

“Kami melakukan pendekatan dengan memanggil kedua belah pihak, kemudian dari pihak korban telah memaafkan pelaku dan adanya perdamaian diantara keduanya sehingga kami RJ kan sesuai peraturan tersebut,” ujar dia.

Ia menambahkan untuk perkara yang bisa di RJ kan yakni pidana ancaman dibawah 5 tahun kerugian di bawah Rp 2,5 juta dan adanya kesepakatan perdamaian antara dua belah pihak.

penulis : Rusdi | Editor: Servio M

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button