LENSA POLITIKNEWS

Masalah PPDB Paling Banyak Disampaikan Warga saat Reses Amri Cahyadi

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Persoalan dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) paling banyak disampaikan selama pelaksanaan reses sidang pertama tahun 2021 oleh DPRD Bangka Belitung. Hal ini dirasakan Amri Cahyadi, Wakil Ketua DPRD Babel.

Amri yang selama reses menyambangi sekolah-sekolah, dia melemparkan pertanyaan terkait efektif atau tidak sistem zonasi saat PPDB.

“Terutama soal sistem zonasi dari SMA N 1 Merawang, apakah masih ada siswa yang tidak terakomodir disebabkan kekurangan ruang belajar,” tanyanya kepada guru SMA N 1 Merawang, baru-baru ini.

Menurut Amri, dari hasil laporan warga, pihak DPRD telah menerima kegaduhan PPDB sehingga peserta didik yang mendaftar tidak bisa diakomodir akibat kekurangan ruang belajar.

Lebih lanjut, Bang Amri sapaan akrab politisi PPP itu menerangkan pemprov bersama legislatif telah menganggarkan untuk pembangunan 7 unit sekolah baru. Dia pun bersama Dinas Pendidikan telah menghadap Kemendikbud soal zonasi di Babel.

Terpisah, senada juga diutarakan Dody Kuadian selaku Anggota DPRD Bangka Belitung kepada peserta reses bahwa di 2022 tahun depan pemprov akan membangun beberapa sekolah baru, salah satunya terletak di wilayah Kampak.

Terkhusus wilayah Pangkalpinang, dia menerangkan banyak permukiman baru yang muncul. Seperti di wilayah Kampak, yang saat PPDB tidak dapat dijangkau oleh sistem zonasi.

Pihak DPRD dalam menangani masalah itu, telah menyepakati berencana membangun unit sekolah baru yakni SMA N 5 di wilayah Kampak. Menurut informasi, telah dianggarkan Rp2,5 miliar termasuk anggaran pembangunan dan pembebesan lahan.

Penulis: Mohammad Rahmadhani

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button