NEWS

Fuel Card Mujarab, Akses Ekonomi Negeri Laskar Pelangi Selamat

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Karut marut penyalahgunaan Bahan Bahar Minyak (BBM) jenis solar di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sudah berlangsung sejak periode tahun 2000an pasca dibukanya akses pertambangan timah rakyat secara besar-besaran. Meski dari sisi pendapatan dan nilai ekonomi masyarakat naik, namun di sisi lain faktor kelangkaan solar seakan sudah lumrah terjadi.

Penggunaan solar guna memenuhi kebutuhan mesin-mesin dan peralatan tambang timah berimbas pada melonjaknya harga berbagai komoditas dan bahan pokok yang didatangkan dari luar daerah. Hal tersebut terjadi karena para pelaku ekonomi Bangka Belitung memutuskan harga jual komoditas karena kesulitan mendapatkan BBM dan terpaksa membeli dari para pengepul dengan harga yang relatif lebih tinggi.

Namun masa-masa suram kelangkaan solar yang berimbas dengan kenaikan harga bahan pokok hampir satu tahun ini tidak terasa lagi setelah Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bekerja sama dengan Pertamina melaksanakan penggunaan kartu kendali penggunaan BBM jenis solar atau yang lebih dikenal dengan Fuel Card.

Sejak Fuel Card di-launching Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman bersama dengan General Manager Marketing Operation Regional (GM – MOR) II Pertamina Sumbagsel Primarini dan Kapolda Bangka Belitung Inspektur Jenderal Anang Syarif Hidayat pada 19 Desember 2020 lalu, pemandangan antrean kendaraan di Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) atau keluhan kenaikan harga bahan pokok hampir tidak pernah terjadi lagi.

Ketua Romantika Sopir Truk Indonesia (RSTI) Cabang Bangka Belitung Purdiansyah mengatakan Fuel Card menjadi solusi atas kesulitan para sopir truk angkutan barang dan perusahaan ekspedisi dalam mendapatkan solar.

“Sangat banyak membantu karena kita tidak perlu antri panjang hingga bermalaman di SPBU lagi. Akses kita lebih cepat dan sesuai dengan target waktu setiap pengambilan atau pengantaran barang-barang,” ujar Purdiansyah kepada Lensabangkabelitung, Rabu, 20 Oktober 2021.

Purdiansyah menuturkan dia dan rekannya dalam mendapatkan Fuel Card cukup mudah karena tidak begitu banyak persyaratan yang harus dipenuhi, yakni pelat nomor kendaraan wajib berpelat BN asli Bangka Belitung, bukti lunas pembayaran pajak kendaraan, fotokopi STNK pemilik mobil dan fotokopi KTP.

“Alokasi kuota solar pun sesuai dengan kebutuhan kita, yakni 60 liter untuk kendaraan truk roda enam. Kalau tidak salah untuk kendaraan umum dijatah 30 liter dan kendaraan pribadi 20 liter. Akses mendapatkan solar di SPBU pun mudah karena pihak SPBU sudah membuat jalur antrian,” ujar dia.

Menurut Purdiansyah, selama pembelian solar menggunakan Fuel Card pihaknya belum pernah mengalami kendala apa pun mengingat sistem yang ditetapkan sudah berjalan dengan baik.

“Hanya saja dalam kurun waktu tiga bulan ini antrian agak panjang seiring dengan meningkatnya aktivitas pertambangan timah Bangka Belitung. Pihak SPBU juga ada beberapa yang melayani penjualan solar agak siang. Saat ini pemilik Fuel Card mulai aktif membeli solar untuk selanjutnya dijual lagi ke penambang. Tapi kita masih bisa mendapatkan solar,” ujar dia.

Purdiansyah menceritakan pengalamannya bagaimana upaya membeli solar sebelum pemberlakuan Fuel Card. Dia mengaku sebelumnya harus berebut dengan rekan sesama sopir angkutan barang lain dan juga “pengerit” (pembeli solar dengan mobil tangki yang sudah dimodifikasi).

“Dulu seusai pulang kerja saya harus ke SPBU lagi untuk mengantri. Itu dilakukan dari malam hari sampai pagi hari. Bukan sekali dua kali kita yang sudah lama antri, pas giliran kita solarnya sudah habis. Kerja jadi tersendat dan waktu bersama keluarga juga sedikit karena harus menunggu lama di SPBU,” ujar dia.

Kepala Bagian (Kabag) Sumber Daya Alam (SDA), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan Penyertaan Modal Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah Pemprov Bangka Belitung, Doni Golput sebelumnya mengatakan pemerintah daerah hingga saat ini sudah menerbitkan Fuel Card sebanyak 12.072 kartu sejak dilakukan launching.

“Fuel Card yang diterbitkan untuk Kota Pangkalpinang ada 3630 buah, Kabupaten Bangka 3349, Kabupaten Bangka Barat 1458, Kabupaten Bangka Tengah 1255, Kabupaten Bangka Selatan 1046, Kabupaten Belitung 915 dan Kabupaten Belitung Timur 419. Total 12.072 Fuel Card,” ujar dia.

Meski berjalan baik, Doni mengaku pihaknya juga sudah melakukan tindakan tegas kepada pemilik Fuel Card yang diduga melakukan pelanggaran. Hingga September 2021, kata dia, pihaknya sudah memblokir 21 Fuel Card.

“Kita juga melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan penggunaan Fuel Card dalam pembelian BBM, seperi meningkatkan pelayanan dan ketertiban, membuat maklumat pelayanan terkait integritas petugas dan perlu adanya kanal pengaduan yang lebih baik lagi,” ujar dia.

Sementara itu, Area Manager Communication, Relation dan Corporate Social Responsibilities (CSR) Pertamina Marketing Operation Region (MOR) II Wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel), Umar Ibnu Hasan mengatakan pelaksanaan penerapan Fuel Card di Bangka Belitung berjalan dengan baik. Namun, kata dia, untuk pendataan kendaraan yang sudah dan akan mati pajak harus dilakukan pengkinian data.

“Pertamina Patra Niaga terus melakukan pengawasan di Lembaga Penyalur SPBU dengan Digitaisasi SPBU dan penerapan Fuel Card. Selain itu Pertamina Patra Niaga juga melakukan penyaluran sesuai dengan kuota yang telah ditetapkan oleh BPH Migas,” ujar dia.

Sebelum mengisi BBM Solar, kata Umar, Petugas SPBU akan mencatat nomor kendaraan, data pelanggan serta jumlah pengisian BBM. Sesuai dengan Surat Edaran Gubernur Bangka Belitung, pembelian Solar JBT dibatasi untuk kendaraan roda empat maksimal pembelian adalah 20 liter per hari.

Sementara angkutan umum orang atau barang roda empat dapat membeli solar 30 liter per hari dan untuk angkutan umum orang atau barang roda enam maksimal pembelian 60 liter per hari.

“Pertamina Patra Niaga akan memberikan sanksi terhadap lembaga penyalur resminya seperti SPBU yang terbukti melakukan pelanggaran baik berupa sanksi administratif maupun operasional,” ujar dia.

Penulis: Servio Maranda

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button