NEWS

Fahma Sari Fatma mengajak Satker mengakselerasi Belanja APBN

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Babel, Fahma Sari Fatma mengajak para mitra Satuan Kerja Kementerian/Lembaga (Satker K/L) untuk mengakselerasi belanja masing-masing. Ajakan tersebut diutarakan pada kesempatan pembukaan Sosialisasi Standar Biaya Masukan (SBM) tahun 2022 kepada 276 Satker K/L lingkup Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang diselenggarakan secara daring, Kamis, 30 September 2021.

Fahma menerangkan, “Menurut data kami pagi ini (red:30 September 2021, pukul 9.00 WIB), realisasi APBN gabungan seluruh Satker lingkup Kepulauan Babel baru mencapai Rp1,92 triliun atau 68,71% dari total pagu. Saya hitung, Kita masih perlu merealisasikan belanja sebesar Rp36,05 miliar agar bisa mencapai target realisasi sebesar 70% yang sudah ditetapkan untuk Triwulan III 2021.”

Fahma menyatakan, “Saya lihat sudah banyak Mitra Satker yang berhasil mencapai realisasi belanja di atas target (red: 70%), bahkan ada yang mencapai di atas 80%. Bagi Mita Satker tersebut, Kami ucapkan banyak terima kasih dan tetap berlari untuk mengejar target 90% anggaran dan 100% capaian output pada Tiriwulan IV nanti. Bagi Satker yang masih belum, kalau ada tagihan yang harus dibayarkan, segera Bapak/Ibu ajukan ke KPPN (red: Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara) sebelum pukul 13.00 WIB hari ini agar masih bisa masuk menjadi realisasi triwulan III tahun ini.”

Sebagai informasi, pada periode tersebut, sebenarnya realisasi Belanja Pegawai dan Bantuan Sosial sudah melampaui target. Belanja Pegawai sudah teralisasi Rp813,99 miliar atau 83,35% dari total pagu. Bantuan Sosial sudah terealisasi Rp4.31 miliar atau 86,49% dari total pagu. Belanja yang menyebabkan total realisasi Belanja Satker K/L belum mencapai 70% adalah Belanja Barang dan Belanja Modal. Belanja Barang baru terealisasi Rp699,42 miliar atau 64,98% dari total pagu. Yang paling rendah penyerapannya adalah Belanja Modal dengan realisasi sebesar Rp401,33 miliar atau baru mencapai 54,60% dari total pagu.

Fahma menjelaskan, “Dana APBN yang dialokasikan menjadi DIPA (red: Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran) Satuan Kerja Bapak/Ibu merupakan amanat rakyat Indonesia kepada kita. Kalau kita menahan belanja, sebenarnya di situ ada hak rakyat Indonesia yang belum kita tunaikan.”

Fahma mencontohkan, “Satker PUPR yang membangun jalan, hasilnya sangat bermanfaat untuk memperlancar kegiatan perekonomian. Jalan yang baik mengurangi biaya dan mempersingkat waktu transportasi dan logistik. Begitu juga, dana APBN yang dibayarkan ke rekanan (red:penyedia barang/jasa) yang membangun jalan tersebut akan dapat segera dimanfaatkan oleh rekanan untuk membayar upah pekerjanya. Upah yang diterima pekerja tersebut bisa dibelanjakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Uang yang diterima pedagang yang menjual barang-barang kebutuhan tersebut bisa digunakan untuk membeli persediaan toko mereka. Otomatis akan meningkatkan permintaan atas barang-barang kebutuhan yang diproduksi oleh manufaktur. Pendapatan manufaktur bisa digunakan untuk membayar upah buruh mereka dan kemudian akan dibelanjakan lagi untuk memenuhi kebutuhan buruh tersebut. Begitu seterusnya siklus ini berlangsung yang salah satu sumbernya dari Uang Kita dalam APBN yang kita (red: Pemerintah) belanjakan.”

“Contoh ini merupakan salah satu bukti kalau aliran Uang APBN yang Kita belanjakan bisa memberikan multiplier effect bagi perekonomian,” tambah Fahma.

Dalam kesempatan yang sama, Ingelia Puspita,  Kepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran I (Kabid PPA I), yang bertindak sebagai Narasumber Sosialisasi tersebut menanggapi sambutan Kepala Kanwil DJPb Prov. Babel di atas dengan pernyataan, “Kami (red: Kanwil DJPb Prov. Babel) berusaha memberikan layanan terbaik dalam mendampingi Bapak/Ibu mitra strategis kami untuk mencapai semua target-target pelaksanaan anggaran yang sudah ditetapkan. Kami juga mengingatkan, mulai besok (red: 1 Oktober 2021), Bapak/Ibu (red: Satker K/L) sudah bisa mengajukan revisi DIPA dan update halaman III DIPA.”

Ingelia menambahkan, “Kami juga mengangkat duta revisi Kanwil DJPb Babel, Saudari Deicha Afifia Chairunnisa, yang selalu siapa sedia dan siaga untuk mendampingi dan membimbing Bapak/Ibu menyelesaikan permasalahan (troubleshooting) dalam proses pelaksanaan anggaran Bapak/Ibu semua.”

Di akhir sambutannya, Fahma menutup dengan pernyataan, “Peranan pengeluaran pemerintah semakin sentral dan strategis untuk menopang perekonomian di saat pandemi COVID-19 seperti ini. Dana APBN yang dibelanjakan Satker K/L menjadi semakin besar pengaruhnya untuk membantu mengalirkan uang ke sektor konsumsi dan investasi. Saya (red: Fahma) kembali mengajak Mitra Satker untuk segera merealisasikan rencana kegiatannya agar manfaatnya bisa segera dirasakan oleh masyarakat, khususnya Rakyat Bumi Serumpun Sebalai yang kita cintai ini atau Rakyat Indonesia secara umum.”

Release

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button