NEWS

Bangka Belitung Termasuk Provinsi dengan Jumlah Satgas Posko Covid-19 Terendah

Lensabangkabelitung.com, Jakarta – Pemerintah menyoroti kinerja satgas posko COVID-19 yang dinilai menurun. Selain itu, disebutkan bahwa ada 11 provinsi yang jumlah satgas poskonya masih di bawah 10 persen.

“Di setiap tempat juga diimbau untuk memiliki satgas poskonya masing-masing, untuk mengawasi protokol kesehatan. Namun upaya ini harus dilakukan dengan ruang lingkup yang lebih besar hingga lapisan terkecil,” kata juru bicara Satgas COVID-19, Wiku Adisasmito dalam konferensi pers daring dikutip dari Detik.com, Selasa, (28/9/2021).

Dia menyebut satgas posko COVID-19 berfungsi sebagai wadah koordinasi untuk mengawasi prokes di tengah masyarakat hingga tingkat RT/RW. Namun satgas posko ini belum maksimal dimanfaatkan.

“Sayangnya satgas posko sebagai wadah koordinasi untuk pengawasan protokol kesehatan hingga tingkat RT/RW belum maksimal dimanfaatkan. Sampai tanggal 26 September kemarin, baru sebesar 31,1 persen satgas posko terbentuk di seluruh Indonesia,” ucap Wiku.

“Bahkan terdapat 11 provinsi dengan satgas posko terbentuk masih di bawah 10 persen,” lanjut dia.

Sebelas provinsi dengan satgas posko terendah ialah:

  1. Kalimantan Tengah 7,47 persen
  2. Sulawesi Tenggara 6,43 persen
  3. Bengkulu 6,4 persen
  4. Kepulauan Bangka Belitung 5,46 persen
  5. Kalimantan Utara 4,72 persen
  6. Sumatera Selatan 2,21 persen
  7. Maluku 1,53 persen
  8. Nusa Tenggara Timur 1,06 persen
  9. Sulawesi Tengah 0,31 persen
  10. Papua 0,14 persen
  11. Maluku Utara 0,0 persen

“Provinsi-provinsi ini justru adalah provinsi-provinsi yang paling rentan dalam kepatuhan warganya memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak,” ucap Wiku.

Dia pun menyampaikan penurunan kinerja satgas posko COVID-19 di luar 11 provinsi terendah itu. Penurunan kinerja dilihat dari berkurangnya laporan kegiatan satgas posko COVID-19.

“Per 27 September, kinerja posko yang dilaporkan hanya sebesar 681.483 kegiatan, padahal di tanggal 24 September sebesar 771.440 kegiatan. Hal ini tentunya sangat disayangkan karena tugas satgas posko akan semakin vital pada saat kasus sudah mulai turun dan aktivitas mulai berjalan normal,” ungkap Wiku.

Dia mengingatkan di masa-masa ini potensi pelanggaran protokol kesehatan paling besar terjadi.

Sumber: detik.com | Servio

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button