NEWS

Ditpolairud Polda Babel Gelar Rekonstruksi Pengrusakan KIP Citra Bangka Lestari

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Direktorat Polisi Perairan dan Udara Ditpolairud Polda Bangka Belitung melakukan rekonstruksi terkait penanganan perkara pengrusakan Kapal Isap Produksi (KIP) Citra Bangka Belitung (CBL) yang diikuti oleh para tersangka.

Adapun yang menjadi tersangka dalam kasus tersebut, yakni Suhardi alias Ngikiw warga Dusun Deniang, Heri Susanto alias Nawi warga Dusun Tuing, Edi Hawanto alias Ahaw warga Dusun Air Antu, Panisila alias Renyek warga Deniang, Haryadi alias Beje warga Dusun Cit, Arman Juriadi warga Dusun Tuing, dan Yuliantara alias Kadir warga Dusun Simpang Mapur.

Kasubdit Penegakan Hukum Gakkum Ditpolairud Polda Bangka Belitung Ajun Komisaris Besar Toni Sarjaka mengatakan proses rekonstruksi dilakukan di atas KIP CBL yang sedang berada di PT Dok dan Perkapalan Air Kantung (DAK).

“Sudah rekonstruksi tadi di PT DAK di Selindung yang diikuti seluruh tersangka. Rekonstruksi untuk kasus pengrusakan dan penganiayaan,” ujar Toni kepada Lensabangkabelitung, Selasa, 3 Agustus 2021.

Toni menuturkan rekonstruksi dilakukan untuk melihat peran masing-masing tersangka sekaligus untuk mencocokkan keterangan yang disampaikan para saksi-saksi.

“Saksi sudah banyak yang kita periksa. Jadi dicocokkan dengan fakta lapangan yang dilakukan para tersangka,” ujar dia.

Menurut Toni, ketujuh orang tersangka yang sudah dilakukan penahanan secara resmi tersebut dijerat pidana Pasal 170 ayat I dan II.

“Pasal 170 ayat I berbunyi barang siapa yang dengan sengaja dan terang-terangan secara bersama-sama menggunakan kekerasan terhadap orang atau barang dipidana paling lama 5,6 tahun. Sedangkan ayat II berbunyi barang siapa yang sengaja menghancurkan barang atau perbuatannya mengakibatkan luka-luka dipidana 7 tahun,” ujar dia.

Selain Pasal 170 ayat I dan II, kata Toni, bahwa penyidik juga mengenakan Pasal 410 KUHP kepada tujuh orang tersangka tersebut.

“Pasal 410 tentang pengrusakan barang yang dengan sengaja melawan hukum menghancurkan atau membikin tidak dapat dipakai lagi suatu gedung atau kapal baik seluruhnya atau sebagian ancaman pidananya 5 tahun,” ujar dia.

Penulis : Servio M | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button