BELITUNGNEWS

Muchtar Motong Menilai Statemen Bupati Belitung Tentang Lockdown, Menyakiti Perasaan Masyarakat

Lensabangkabelitung.com, Belitung – Statemen Bupati Belitung, Sahani Saleh yang mengatakan tidak mempersoalkan dan membiarkan warganya mati kelaparan apabila diberlakukan lockdown jika kasus Covid-19 di Belitung mencapai seribu kasus dalam satu hari menuai sorotan tokoh masyarakat Belitung, H Muchtar Mutong.

Muchtar yang juga politisi senior ini menilai ucapan Bupati tersebut secara langsung menyakiti perasaan masyarakat Belitung itu sendiri. Apalagi menurut dia, dengan kondisi masyarakat yang terpuruk akibat pandemi seperti saat ini malah akan menambah kepanikan.

“Begini wajar masyarakat mengkoreksi tidak terima dengan ucapan itu. Ini kan seorang Bupati, seorang pemimpin malah menyampaikan kalimat seperti itu. Tidak pantaslah sampai mengatakan biarlah masyarakat mati kelaparan,” kata Muchtar dalam sambungan telepon dengan Lensabangkabelitung.com, Kamis, 22 Juli 2021.

Pria yang lebih akrab dikenal H Tare ini melanjutkan, meskipun statemen tersebut merupakan jawaban perandaian jika terjadi 1000 kasus Covid-19 di Belitung, harusnya kalimat tersebut tidak pantas diucapkan seorang yang memimpin sebuah daerah.

“Kalau memang seperti itu harusnya jawabannya sederhana aja. Itu omongan Bupati loh, omongan orang sehat orang waras, bilang aja begitu kok kamu bilang seribu kita kan mau menekan (Covid-19). Seorang Bupati kan harusnya bicara diplomatis, kalau menjawab seperti itu bukan orang cerdas, orang berpendidikan,” tandasnya.

Apalagi, sambung dia, masyarakat di Belitung ini tumbuh berdampingan dengan adat melayu segala ucapan dijaga sopan santunnya. “Tidak beretika seperti itu. Emangnya tidak ada kalimat lain selain itu,” ujar H Tare.

Secara terpisah Lensabangkabelitung.com juga meminta tanggapan Bupati Belitung, Sahani Saleh soal perkataannya di sebuah video wawancara dengan salah satu media yang tersebar di beberapa media sosial.

Dalam video tersebut Bupati Belitung mengatakan akan memberlakukan lockdown apabila kasus harian Covid-19 di Belitung mencapai 1000 kasus dan menutup akses setiap Kelurahan dan desa. Dilanjutkan pertanyaan bagaimana tentang sektor ekonomi apabila diberlakukan lockdown dia mengatakan “Biarlah mati bang rumah (mati dalam rumah–red) mati kelaparan daripada kini semuanya berkepanjangan”.

“Sebagai klarifikasi, sebelum kata-kata itu mengakhiri wawancara, minta rekaman dari awal sampai akhir ke Dista. Trims,” begitu tanggapan Bupati Belitung, Sahani Saleh.

Penulis: Rizky Sadewa | Servio M | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button