BANGKA BARATNEWS

Dua Tersangka Surat Rapid Test Palsu di Tanjungkalian Terancam Enam Tahun Penjara

Lensabangkabelitung.com, Muntok – Dua orang tersangka, HP (33) asal Banyuasin dan RJ (36) asal Oku Sumatera Selatan yang diduga membuat dan menggunakan surat hasil rapid test antigen palsu untuk bepergian dari Pelabuhan Tanjungkalian Muntok menuju Tanjung Api-api terancam maksimal hukuman enam tahun penjara melalui pasal 263 ayat 1 KUHP.

“Terhadap tersangka kita sangkakan melanggar pasal 263 ayat 1 KUHP yang ancaman maksimal kurungan enam tahun,” kata Kasat Reskrim Polres Bangka Barat, AKP Robby Setiadi Purba, Senin 12 Juli 2021.

AKP Robby Purba mengungkapkan, HP berperan membuat surat hasil rapid test antigen palsu dengan mengetiknya, adapun RJ ambil peran sebagai tersangka yang meniru tandatangan salah satu dokter di RSUD Sejiran Setason lalu memberi stempel berlogo RSUD yang ia buat sendiri.

Untuk barang bukti, AKP Robby Purba menyampaikan pihak polres telah mengamankan sepucuk surat rapid test antigen palsu, satu buah cap berlogo RSUD Sejiran Setason, satu unit laptop dan printer.

“Terus untuk modusnya sendiri membuat surat hasil rapid test antigen palsu untuk digunakan sebagai salah satu syarat penyebrangan kapal dari pelabuhan Tanjungkalian Mentok ke Tanjung Api-api Sumsel, jadi untuk saat ini tersangka sudah kita amankan, sudah kita lakukan pemeriksaan dan juga sudah kita lakukan penahanan,” katanya.

Keduanya melakukan kejahatan ini bukan yang pertama kali. “Jadi sudah dua kali, dan yang tertangkap ini kan yang digunakan oleh HP, sebelumnya RJ juga sudah pernah menggunakan surat rapid test palsu ini dan lolos,” demikian AKP Robby Purba.

Penulis: Sepri | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button