BANGKA BARATNEWS

BKPSDMD Babar Mengkaji Sanksi Bagi CPNS Tersangka Pemalsu Surat Rapid

Lensabangkabelitung.com, Muntok – Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Bangka Barat, Antoni Pasaribu turut menyesalkan kasus yang dilakukan dua oknum CPNS tersangka pemalsuan surat rapid tes antigen. Antoni menyampaikan kejadian ini di luar pengetahuan BKPSDM babar dan pihaknya mendapatkan informasi tersebut dari Satgas Covid-19.

“Kemudian, sampai sekarang juga katanya orang-orang itu ditahan di kepolisian sedang dalam proses, sekarang kita juga mau ke kepolisianlah, maksudnya mau mengetahui mereka ini statusnya gimana, apakah ditahan atau gimana, pihak kepolisianlah seperti apa status mereka ini, setelah penutupan latsar ini lah baru ke kepolisian,” kata Antoni Pasaribu, Rabu, 14 Juli 2021.

Antoni menjelaskan, sebab yang bersangkutan dalam kasus ini masih berstatus CPNS, maka saat ini sedang dalam tinjauan terkait aturan dan mekanisme yang akan diberlakukan.

Tidak hanya itu, BKPSDM juga akan membentuk tim guna membahas masalah sanksi dan hukuman yang akan diberikan kepada dua orang CPNS tersebut. Termasuk status kepegawaiannya nanti.

“Kita tidak bisa berandai-andailah, kita menurut aturan saja, karena mereka masih CPNS, kalau pun memungkinkan kita koordinasi dan konsultasi juga ke BKN misalnya meminta masukan yang tepat jangan sampai salah kita membuat keputusan,” jelasnya.

“Kita rapat dulu dengan tim di BKD, kalau ada hal-hal yang meragukan baru kita konsultasi ke BKN, makanya kita ke pihak kepolisian, mau minta status mereka ini apa, kalau memang tersangka, maka kita minta surat dari kepolisian, baru kita bicara tentang sanksi,” demikian Antoni Pasaribu.

Penulis: Sepri | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button