NEWS

Terdampak Situasi Lockdown di Malaysia, Bursa Timah KLTM Ditangguhkan

Lensabangkabelitung.com, Kuala Lumpur – Perdagangan timah di Kuala Lumpur Tin Market (KLTM) akan ditangguhkan dari segala aktivitas yang berlaku mulai Rabu kemarin, 9 Juni 2021, hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Tidak ada transaksi yang terjadi sebagai akibat dari keputusan Malaysia Smelting Corporation (MSC) yang memutuskan situasi force majeure.

Tindakan penghentian bursa timah KLTM ini, mengutip laporan dari internationaltin.org, didasarkan atas perintah Malaysian Covid Movement Control Order (MCO) yang sejak 1 Juni lalu, membatasi pergerakan industri manufaktur selama masa lockdown. Hanya manufaktur level teratas yang diizinkan beroperasi dengan membatasi kapasitas tenaga kerja 60 persen saja.

Adanya lockdown selama masa pandemi Covid-19 ini, menjadikan Malaysia Smelting Corp Bhd (MSC) selaku produsen timah terbesar ketiga di dunia, menyatakan force majeure dan segera menghentikan semua operasinya, efektif sejak kemarin.

Di masa pemerintahan Malaysia saat ini, MSC dapat meminta 10 persen karyawannya kembali ke peleburan mulai 9 Juni. Perusahaan telah mengonfirmasi kepada ITA bahwa pihaknya terus mendesak Kementerian Perdagangan dan Industri Internasional (MITI) Malaysia untuk mendapatkan pengakuan peleburan timah sebagai kategori bisnis esensial.

MSC mengatakan “tidak punya pilihan” kecuali menyatakan force majeure setelah menghentikan operasi peleburan mulai 3 Juni.

Keputusan untuk menerapkan force majeure datang setelah MSC dianggap tidak esensial selama perintah lockdown dan diberitahu untuk menutup operasi peleburannya sampai lockdown berakhir pada 14 Juni.

Kondisi lockdown di Malaysia kali ini, dapat diperpanjang tergantung pada kemajuan dalam mengatasi gelombang Covid-19 terbaru. Kasus telah turun tajam dari puncak 7.105 pada 1 Juni menjadi 5.566 pada 8 Juni.

Adapun KLTM yang telah ditutup hingga pemberitahuan lebih lanjut, setelah tidak ada transaksi yang terjadi selama penutupan MSC.

Mengutip Kantor Berita Bernama, pada penutupan kemarin, harga KLTM berakhir di US$31.550 (RM129.924) per ton, turun US$100 dari penutupan Jumat lalu di US$31.650 karena kurangnya permintaan untuk komoditas tersebut.

Internationaltin.org | The Vibes | Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button