NEWS

Rp 13 Miliar Dana dari Pemprov Untuk PON XX Papua, Erzaldi Sebut Cukup Untuk Akomodir Atlet

Lensabangkabelitung.com, Belitung – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman memastikan anggaran yang dikeluarkan Pemerintah Provinsi untuk keikutsertaan di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua sebesar Rp13 Miliar.

“InsyaAllah sudah final tiga belas miliar kita siapkan dan sudah akan dijalankan,” kata Erzaldi kepada Lensabangkabelitung.com, Rabu malam, 2 Juni 2021.

Meskipun nilai anggaran berbeda dengan usulan anggaran dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bangka Belitung, Erzaldi meyakini dana yang dikucurkan Pemerintah Provinsi tersebut cukup untuk mengakomodir persiapan semua atlet yang akan bertanding pada Oktober mendatang.

“Ya karena dengan segala keterbatasan tapi yakin kita bisa melakukan itu,” ujarnya.

Orang nomor satu di Babel ini mengungkapkan tidak menaruh harapan prestasi yang terlalu tinggi di PON Papua. Namun dia mempercayai atlet-atlet yang nantinya akan berangkat sudah pasti mendapat pembinaan secara matang untuk bertanding.

“Saya tidak mempunyai target apa-apa. Saya memberikan kepercayaan kepada atlet-atlet dan para official melakasanakan pelatihan untuk membawa nama Bangka Bellitung,” jelas Gubernur.

Sementara itu, Ketua KONI Babel Elfandi mengungkapkan, seiring menunggu pencairan atlet dan pelatih saat ini masih melakukan pelatda mandiri. Jika dana sudah cair, kata dia, direncanakan pada akhir Juni akan masuk dalam pelatda terpusat.

“Rencananya juga pada minggu kedua bulan Juni ini ada tes parameter komprehensif. Yang mengukur dan menganalisa serta advice kita dibantu oleh DR Ambar dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ),” ujar dia

Elfandi menegaskan bahwa KONI Bangka Belitung belum bisa mengakomodir usulan Pengprov cabang olahraga yang meminta adanya training center (TC) atlet di luar daerah.

“Memang ada usulan TC keluar daerah. Sementara belum kami akomodir kecuali atlet level satu atau atlet yang berpotensi meraih medali emas. Namun kami berencana akan memberi kesempatan uji coba bagi setiap cabor,” ujar dia.

Ditambahkan Elfandi, untuk kesiapan saat tiba di Papua nanti juga tidak ada persoalan karena semua sudah diatur oleh tuan rumah berdasarkan Chief De Mission Meeting.

“Pengaturannya nanti atlet per klaster cabang olahraga. Bukan per kontingen. Misalkan atlet atletik se-Indonesia itu satu hotel. Soal kuota dan lainnya diatur tuan rumah. Untuk hotel tambahan pun tidak boleh cari sendiri melainkan harus melalui panitia besar PON,” ujar dia.

Rizky Sadewa| Servio M | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button