BANGKA SELATANLENSA DAERAHLENSA EKONOMILENSA NASIONALNEWS

Mantan Napi Ini Sukses Sulap Bendungan Desa Fajar Indah Jadi Destinasi Wisata Kekinian

Lensabangkabelitung.com, Toboali– Mantan narapidana (Napi) bukan sampah masyarakat. Sebuah ungkapan yang pantas untuk disematkan kepada seorang pemuda bernama Suham warga Dusun Karya Mukti Desa Fajar Indah Kecamatan Pulau Besar Kabupaten Bangka Selatan.

Pemuda yang pernah tersandung kasus hukum dan harus menjalani masa hukuman di lembaga pemasyarakatan telah dinyatakan bebas dan telah kembali ke kampung halamannya. Pria berambut sedikit panjang yang bebas dari masa hukumannya sejak satu tahun lalu, kini telah menjadi pemuda yang bisa memberikan inspirasi bagi pemuda lain yang ada di desanya. Hal itu Ia tunjukkan dengan mengajak pemuda yang ada di desanya untuk mengembangkan salah satu potensi wisata yang ada di Desanya. 

Bermodalkan motivasi dan keterampilan yang dimiliki semasa menjalani hukuman di lembaga pemasyarakatan, Suham mengajak pemuda di Desanya untuk bersama-sama mengembangkan potensi wisata yang ada di Dusun tersebut.

“Wisata ini dibangun dengan modal motivasi dan keterampilan yang saya dapatkan sewaktu di lembaga pemasyarakatan. Dan saya mengajak pemuda yang ada di sini untuk bersama-sama mengembangkan potensi wisata yang ada di sini,” kata Suham saat ditemui wartawan di lokasi wisata di Dusun Karya Mukti Desa Fajar Indah.

Ia menuturkan, wisata yang diberi nama “Wisata Bendungan Bidadari” baru di kembangkan sejak tiga bulan lalu. Meskipun begitu, kata Dia, wisata Bendungan Bidadari sudah dibuka untuk para wisatawan sejak lebaran Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriyah kemarin.

“Alhamdulillah sejak kita buka pada lebaran kemarin, wisata Bendungan Bidadari ini cukup ramai dikunjungi para wisatawan terutama wisatawan yang ada di Kecamatan Pulau Besar. Dan Alhamdulillah juga sejak kita buka, wisata ini sudah bernilai ekonomis bagi kami pengelola dan juga masyarakay sekitar. Dari kunjungan wisatawan berhasil didapatkan uang Rp 5 juta,” ujar dia.

Suham mengungkapkan, wisata yang mereka kembangkan merupakan lahan milik Masjid Adda’wah. Sehingga hasil dari kunjungan wisatawan pada saat diserahkan kepada pengurus masjid.

“Lahan ini milik masjid, jadi hasil dari kunjungan wisatawan kita serahkan ke masjid. Namun dari pihak pengurus masjid menyerahkan kembali kepada kita untuk mengembangkan wisata ini. Karena wisata ini masih banyak yang harus kita kembangkan,” ujar Suham anak kedua dari sembilan bersaudara ini.

Lebih lanjut, pemuda yang biasa di panggil Acong ini mengucapkan terimakasih kepada pihak pemerintah desa yang telah mendukung para pemuda yang tergabung dalam kelompok sadar wisata Bendungan Bidadari ini untuk mengembangkan potensi wisata yang ada.

“Terimakasih kepada pihak pemerintah desa atas support yang diberikan kepada kami. Ke depan kami juga berharap ada dukungan dari pemerintah daerah serta pihak swasta untuk membantu dalam mengembangkan wisata ini. Karena masih banyak kekurangan yang harus kita kembangkan di sini,” ujar dia.

Dikatakan Suham, bagi para wisatawan yang berkunjung ke Wisata Bendungan Bidadari ini selain bisa menikmati pemandangan alam juga dapat mengabadikan momen dengan berfoto di beberapa spot foto yang telah dibangun. Selain itu, pengunjung juga bisa berkeliling bendungan dengan dengan menggunakan perahu.

“Ada beberapa spot foto yang sudah selesai kita buat dan bisa dinikmati para pengunjung. Selain itu, pengunjung juga bisa membeli souvenir atau buah tangan berupa gantungan kunci berbentuk udang yang dibuat dari kantong plastik bekas,” ujar dia.

Sementara itu, Kadus Karya Mukti, Ahmad Karsono mengatakan, objek wisata Bendungan Bidadari merupakan satu-satunya objek wisata yang ada di Dusun Karya Mukti Desa Fajar Indah yang merupakan hasil karya pemuda desa setempat yang melihat adanya potensi wisata yang bisa dikembangkan dan bisa memberikan nilai ekonomis bagi masyarakat setempat.

“Ini satu-satunya wisata di Dusun kita yang sudah terwujud berkat kerja keras dari pemuda desa yang salah satu penggeraknya merupakan mantan narapidana, Suham yang beberapa tahun lalu tersandung kasus hukum. Dan kita sangat mengapresiasi sekali apa yang telah dilakukan Suham dengan mengajak pemuda lain untuk bersama-sama mengembangkan potensi wisata yang ada di sini,” ujar dia.

Menurut Ahmad, apa yang telah dilakukan Suham memberikan efek positif bagi anak-anak muda yang ada di dusun tersebut, sehingga tergerak untuk ikut mengembangkan wisata ini.

“Alhamdulillah sejak dibuka pada lebaran kemarin, wisata ini sudah memberikan nilai ekonomis bagi para pengelola, dan juga masyarkaat setempat. Harapan kami kedepannya, dengan adanya wisata ini bisa mengangkat perekonomian masyarakat dan memberikan kesejahteraan bagi para pengelola,” ujar dia.

Ia mengungkapkan, pemerintah desa sangat mendukung para pemuda dalam upaya mengembangkan wisata bendungan bidadari ini dengan memberikan bantuan berupa sarana untuk menunjang pengembangan wisata ini.

“Semoga kedepannya, wisata ini menjadi salah satu destinasi wisata yang bisa kunjungi oleh para wisatawan, bukan hanya wisatawan dari kecamatan pulau besar tapi juga wisatawan dari daerah lain,” harapnya.

Penulis : Rusdi | Editor : Servio M

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button