BELITUNG TIMURNEWS

Kecelakaan Tambang di IUP PT MCM Renggut Dua Nyawa, Camat Kelapa Kampit Sesalkan Pihak Perusahaan Lamban

Lensabangkabelitung.com, Belitung Timur – Kecelakaan tambang bawah tanah yang berada di lokasi Izin Usaha Pertambangan (IUP) milik PT Menara Cipta Mulia (PT. MCM) Desa Mayang, Kecamatan kelapa Kampit, Kabupaten Belitung Timur pada Minggu siang, 27 Juni 2021 banyak disesalkan oleh beberapa pihak.

Camat Kelapa Kampit, Syahril menganggap soal kejadian nahas laka tambang ini baik dari pihak perusahaan maupun dari penambang tidak ada koordinasi yang baik soal keselamatan kerja.

“Bahwa kecelakaan tambang ini memang sering terjadi. Bahwa lokasi yang hampir bersamaan ini sudah pernah terjadi dengan adanya korban juga. Dan ini sudah berapa kali perlu diperhatikan tentang aktivitas tambang ini harus memperhatikan keselamatan kerja,” kata Syahril di lokasi kejadian, Minggu malam, 27 Juni 2021.

Soal kejadian laka tambang ini, kata dia, terkesan molor dilaporkan ke pihak yang berwajib sehingga dianggap melakukan pembiaran terhadap upaya pencarian korban yang tertimbun.

“Informasi dari rekan-rekan kerja ini aktivitas kejadian jam dua belas dan kemudian baru diinformasikan ke pihak yang berwajib jam lima sore berarti ada rentang waktu lima jam. Nah pembiaran tentu saja dari dalam (perusahaan–red) sana, ” sesal Camat.

Dilanjutkannya, segala sesuatu yang terjadi atas aktivitas ini seharusnya berkoordinasi baik yang di dalam perusahaan maupun di luar. “Agar apabila terjadi sesuatu seperti ini cepat dilakukan evakuasi. Kalau seperti ini kita hanya menerima akibatnya saja,” kata Syahril.

Dia juga berharap pihak perusahaan untuk dapat bertanggungjawab atas peristiwa tersebut.

“Dari pemilik tambang terhadap para pekerja ini harus ada tanggungjawabnya mengingat dari data korban penambang dari KTP orang luar dan sudah berkeluarga,” ujar Camat Kelapa Kampit.

Diketahui laka tambang tersebut memakan dua korban bernama Andri, 22 tahun dan Naryo, 34 tahun. Kedua warga pendatang asal Banten tersebut diduga terjebak dalam lobang dan tidak bisa keluar saat hendak memasang alat penghisap air bersama empat rekan lainnya.

Beruntung empat rekan lainnya tersebut berhasil menyelamatkan diri. Saat ini masih dilakukan evakuasi pencarian korban di lokasi kejadian oleh pihak Basarnas, Kepolisian, warga dan unsur lainnya.

Sementara itu, dari pihak perusahaan PT MCM, sejauh ini belum didapat keterangan tentang kecelakaan yang terjadi di wilayah IUP milik perusahaan tersebut.

Penulis: Rizky Sadewa | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button