NEWS

Ini Pesan Wakapolres Bangka Terkait Arahan Kapolri Tentang Premanisme

Lensabangkabelitung.com, Sungailiat – Beredar surat arahan Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo tentang teguran menanti kepada Kapolda dan Kapolres yang belum melakukan penindakan terhadap aksi premanisme di wilayahnya masing-masing.

Di dalam surat itu, Kapolri mengeluarkan instruksi kepada seluruh jajarannya di wilayah untuk menindak aksi premanisme dan pelaku kejahatan konvensional lainnya yang meresahkan masyarakat. Mengingat, hal tersebut menjadi atensi dari Presiden Joko Widodo.

“Kalau belum action juga saya selaku Kapolri yang akan tegur, ini juga bagian dari program Harkamtbmas di program Presisi yang harus ditindaklanjuti oleh seluruh anggota dan jajaran di lapangan,” kata Sigit dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat, 11 Juni 2021 lalu.

Menindaklanjuti hal itu, dalam kesempatan donor darah massal di Mapolres Bangka hari ini, 16 Juni 2021, Wakapolres Bangka Komisaris Polisi Robertus Wardhana Utama mengatakan arahan tersebut saat ini sudah berjalan, kebetulan berkaitan dengan saber pungli. Pihaknya sudah berkoordinasi bersama polda dan inspektorat.

Seperti diketahui kegiatan premanisme selalu berkaitan dengan kondisi sosial di suatu wilayah, Wakapolres beranggapan bahwa hal itu sedikit banyak berpengaruh dari sisi kondisi ekonomi. Namun menurutnya terjadinya premanisme tergantung dengan prilaku orang per orang.

“Kita tergantung dengan pribadi masing-masing ya, kalau dia orangnya tekun dan ulet berusaha, tidak mungkin ada pungli-pungli seperti itu,” ujarnya.

Kompol Wardhana mengatakan, jika kebijakan hanya terkurung pada pembinaan terhadap premanisme kemudian dilepas itu tidak terlalu berdampak. “Kultur budaya di setiap wilayah berbeda-beda, kita ini terlalu banyak sungkan. Misalnya ketika kita tangkap kemudian kita tidak enak sama si A, karena dia anak pak ini, masih keluarga pak itu dan lain sebagainya,” tuturnya.

Untuk itu, dia berpesan agar hal seperti diatas tidak terjadi. Dan dia menekankan agar isu premanisme  ini menjadi tanggungjawab bersama, seluruh elemen masyarakat harus ambil peran dalam membina mereka.

Menurut dia, persoalan premanisme ini bukan soal bisa tidak bisa, tapi lebih kepada soal mau apa tidak mau. Kompol Wardhana yang baru bertugas sepuluh hari di Polres Bangka, namun menurut pantauannya selama di Polda Babel, tingkat kriminalitas di Kabupaten Bangka cukup tinggi.

Tidak bermaksud memuji instansinya dalam hal ini, dia menilai kinerja satreskrim hingga hari ini cukup maksimal terhadap rasio antara masyarakat dan aparat. Bahkan ditengah keterbatasan anggota pihaknya harus berfikir keras bagaimana caranya bisa membina masyarakat.

Untuk itu dia menekankan pentingnya kolaborasi, koordinasi dan komunikasi antar segenap elemen masyarakat dengan aparat. Dalam prosesnya perlu bertindak terukur,  pendekatan yang humanis, persuasif dan preventif.

Penulis: Abdul Roni | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button